A Week in Istanbul

by - February 25, 2020



Tulisan ini saya tulis di tahun 2018, baru diselesaikan dan dipublish sekarang :)
========================================================================

Hampir setahun sudah blog ini hiatus. Setelah mengumpulkan tekad dan niat sekuat tenaga, akhirnya saya menulis post baru. Nah di postingan ini, saya akan membahas perjalanan saya ke Istambul pada akhir tahun 2017.

Sebenarnya perjalanan ini adalah kali kedua saya pergi ke Istambul. Pertama, pada saat akhir Eurotrip, saya sempat transit selama 12 jam di Istambul sebelum menuju Kuala Lumpur. Dan kedua, tahun lalu, ketika suami masih kerja disana. 

Jadi... Saya menikah pada bulan September 2017 (cieee).. Akhir September, suami sudah harus kembali ke Istambul karena masih bekerja disana. Jadi kami Long Distance Marriage (LDM) dulu sampai awal Januari 2018. 

So.. Mumpung suami masih disana, bisa jadi tour guide pribadi, terus belum puas juga sayanya pas pertama kali kesana karena mampirnya cuma sebentar, akhirnya saya pergi lagi ke Istambul dari tanggal 30 November s.d 9 Desember 2017, buat numpang main, gangguin suami, ma sekalian honeymoon lagi, hehehe. 

How to get there?
Perjalanan kali ini, sama seperti ketika Eurotrip, saya pergi ke Kuala Lumpur dulu, dengan penerbangan yang saya ambil yaitu:
  • Dari Jakarta ke KL, naik Malaysia Airlines tanggal 30 November 2017 jam 18.25 sampai di KL pukul 21.30
  • Dari KL, naik Etihad Airlines tanggal 1 Desember 2017, pukul 02.35, transit 2 jam 40 menit di Abu Dhabi, lalu sampai di Istambul pukul 13.50
  • Balik tanggal 9 Desember 2017 dari Istambul, naik Etihad Airlines jam 14.30, transit 2 jam 20 menit di Abu Dhabi, lalu sampai di KL tanggal 10 Desember 2017 pukul 10.00
  • Dari KL ke Jakarta, naik Malaysia Airlines jam 16.25, sampai pukul 17.30.

Lebih: https://id.advisor.travel/poi/Rumeli-Hisari-1964Numpang narsis berdua
Pierre Lotti 
Piere Lotti adalah sebutan yang diberikan ke sebukah bukit yang berlokasi di Eyup, merujuk ke salah satu kafe yang ada di sana, Pierre Loti.
x
Kenapa saya tidak menggunakan penerbangan langsung? Yahhh.. Namanya juga cari yg murah hehe.. Harganya beda jauh kalau ambil penerbangan langsung dari Jakarta ke Istambul dengan naik dari Kuala Lumpur. 

Yang bikin jantungan, pas berangkat dari Jakarta, pesawatnya delay 2 jam! Jadi saya baru sampai Kuala Lumpur tengah malam, jam 12 kurang, dan saya harus keluar imigrasi dahulu, ambil bagasi, lalu check-in lagi dan masuk imigrasi lagi (karena beda airline) untuk mengejar pesawat jam 2.35. Itu saya lari non stop! Belum lagi antrian keluar imigrasi KL lumpur hampir 1 jam sendiri, bener-bener sport jantung. Untung saya sudah spare time 5 jam untuk transit di Kuala Lumpur, kalau cuma sebentar, mungkin gak kekejar penerbangan untuk pergi ke Istambul.

Setelah berhasil menaiki pesawat Etihad Airlines, transit, tralala trilili, mendaratlah saya di Istambul, fyuhhh.. Di bandara, saya dijemput suami tercinta, lalu kami pergi ke penginapan. Sore itu, gabungan capek, jet lag, ma efek sport jantung, saya langsung tidur pulas semalaman. 

Jalan-jalan di Istambul
Ada apa aja ya di Istambul? Untuk list tempat di bawah saya kombinasikan dengan perjalanan pertama saya kesana.

Umumnya untuk turis yang pergi ke Istambul, tempat yang wajib dikunjungi yaitu Hagia Sophia, Galatta Tower, Masjid Sultan Ahmet, Istana Dolmahbahce, dan Istana Topkapi. Tapi saya tidak akan membahas tempat-tempat itu karena sudah banyak yang membahas, disini saya akan me-list tempat-tempat yang jarang dikunjungi turis Indonesia di Istambul.

Ortakoy
Daerah hits ini, dengan galeri seninya, klub malam, kafe, bar, dan restoran, merupakan tempat populer untuk penduduk lokal dan wisatawan luar negeri. Ortakoy terletak dekat dengan daerah Beksitas, berada tepat di sisi Selat Bosphorus, dan di bawah Jembatan Bosphorus.

Enaknya disini ada Ortakoy Square, dilengkapi dengan kursi-kursi, menjadikan tempat ini enak untuk kongkow-kongkow sambil nge-teh nge-teh lucu.

Mbak-mbak model lagi duduk depan Ortakoy Mosque, menghadap ke Selat Bosporus


Kastil Rumelli
Benteng Rumeli Hisari, terletak di Distrik Sarıyerdi Istanbul Turki, di sebuah bukit di sisi Eropa dari Selat Bosporus. Benteng ini dibangun dalam waktu 4 bulan saja, oleh Sultan Utsmaniyah Mehmed II pada tahun 1451 dan 1452, sebelum penaklukan pasukannya atas Konstantinopel. Benteng ini dibangun oleh pasukan Ottoman agar mereka dapat mengontrol kapal-kapal yang melewati Selat Bosphorus.

Kastil Rumelli (source gambar: disini)

Tiga menara besar diberi nama menurut nama ketiga wazir Mehmed II: Sadrazam Çandarlı Halil Pasha, yang membangun menara besar di sebelah pintu gerbangnya; Zagan Pasha, yang membangun menara selatan; dan Sarıca Pasha, yang membangun menara utara.

Numpang gaya depan Kastil Rumelli


Museum Panorama 1453 
Tahun 1453 menjadi tahun yang bersejarah di Istambul, pada tahun itu Kekaisaran Byzantium yang berpusat di Konstantinopel akhirnya takluk oleh Kekhalifahan Utsmani oleh Khalifah Muhammad Al-Fatih di bawah kepemimpinan atau Sultan Ottoman Mehmet II. Setelah jatuhnya Konstantinopel, Sultan Ottoman Mehmet II pun meraih gelar Fatih (penakluk).


Ngopi di Asia
Istambul sebenarnya sangat besar, hampir seluas Pulau Bali, dengan wilayahnya terletak di Eropa dan Asia, dipisahkan oleh Selat Bosporus. Jadi bisa tuh, kita sarapan pagi di Eropa, trs ngopi-ngopi cantik di Asia. Tinggal naik kapal dari pelabuhan di Eropa ke Asia.
Maiden's Tower

Ngopi-ngopi cantik di Turki bagian Asia, menghadap ke Selat bosporus


Sile
Di istanbul bagian Asia, terdapat kota kecil bernama Sila, yang berada di sisi Laut Hitam. Terdapat banyak kafe dan restauran menghadap ke Laut, untuk menikmati pemandangan indah dari Laut Hitam.
Pemandangan Laut Hitam di Sile
Numpang foto berdua

Pierre Loti
Piere Loti adalah nama sebutan bagi sebuah bukit yang terletak Eyup. Disebut dengan nama tersebut, merujuk ke salah satu cafe disana yaitu Piere Loti. Kafe ini juga menawarkan keindahan pemandangan indah Golden Horn, sebuah selat kecil berbentuk tanduk yang menjadi bagian dari Selat Bosphorus. Menuju ke Bukit Pierre Loti yang terletak di Eyüp ini, bisa menaiki  mobil (kereta) gantung. Romantis banget deh, buat nge-date :)
Pemandangan Selat Golden Horn dari Pierre Loti


Makanan
Selama di Istanbul, saya tidak makan nasi sama sekali. Umumnya makanan yang ditawarkan adalah daging, baik berupa kebab, burger, atau lainnya. Satu yang baru saya ketahui saat kesana adalah: They really like yoghurt!! Kalau di Indonesia, makan belum afdol kalau belum minum teh botol, kalau disana makanan gak lengkap tanpa yoghurt.

Ini beberapa makanan yang saya foto disana:








Shopping
Well, sebagai warga Indonesia yang baik tentu saja hal paling utama ketika pergi ke negara lain adalah: Belanja. Beberapa tempat yang bisa dikunjungi untuk belanja di Istanbul yaitu:

Grand Bazaar
Grand Bazaar ini sudah terkenal sebagai tempat belanja utama di Istambul, Namun, harganya lebih mahal dari pasar lainya. 


Spice Bazaar
Terletak lebih dekat dari Grand Bazaar, pasar ini tidak seluar Grand Bazaar, namun harga yang ditawarkan lebih murah. Pas ke Turki, saya banyak belanja disini. Posisinya juga dekat dengan Eminonu dan Yeni Camii. 

Viaport
Viaport adalah Mall yang terletak di Asia, salah satu mall terbesar disana. Konsepnya seperti Cilandak Town Square kalau di Jakarta. Jadi ada yang bagian Indoor dan Outdoor. Dan harus hati-hati kalau kesini. Karena banyak diskon dan kalau diskon, benar-benar diskon, tidak seperti di Indonesia, yang cuma diskon lucu-lucuan saja, padahal harganya sudah dinaikin terlebih dahulu. Disana harga sepatu saja bisa 50% di harga normal. Wiwww..

Elivium
Nah kalau ini mall kesukaan suami, soalnya Nike suka diskon besar-besaran disini. Kalau mall nya sih, dari segi ukuran gak terlalu besar, biasa saja.


Others
Sebenarnya pas disana, saya ingin foto ala-ala selebgram gitu, yang tiap hari ganti coat, ganti boots, difotoin fotografer setempat. Tapi apa daya, bagasi terbatas, harus bawa titipan ini itu, jadinya cuma bawa 1 coat saja, sepatu juga borong disana, hehe. Jadi fotonya gitu-gitu aja deh.

Pengen ke Bursa juga, biar bisa ketemu salju. Tapi apa daya waktu tidak mencukupi.

Kira-kira itu review dan rekomendasi singkat saya kalau pergi ke Istambul. Selamat berlibur kesana!

You May Also Like

0 comments