Naila's Timeline

live . love . laugh

Powered by Blogger.
  • Home
  • About me
Hampir 2 tahun lalu, tepatnya Oktober 2013, saya berkunjung ke Bangkok bersama teman-teman kantor saya.

Entah kenapa, perjalanan ini sangat berkesan buat saya.

Bukan, bukan karena objek-objek wisata yang dikunjungi.

Tetapi karena saya dibodoh-bodohi oleh teman lama yang saya temui disana, hahaha.


Alkisah, saya sudah mengenal teman lama saya ini sedari SMP, kira-kira tahun 2001 (sudah lama yaaa ternyata).

Ketika SMP dulu, kami saling bersaing, tapi yang paling saya ingat yaitu untuk pelajaran komputer dan bersaing untuk membuat desain web sebagus-bagusnya (tahun 2001, masih SMP, tapi sudah pakai Dreamweaver! Hehehehe).

Yah, kami berdua memang agak tertarik dengan dunia grafis (saat itu) dan sering bersaing untuk jadi yang terbaik (tapi teman saya ini memang lebih jago sih).

Kesimpulannya, saya tahu kelebihan dia, dan dia tahu kelebihan saya.


Selama 14 tahun sejak itu, perjalanan hidup kami cukup berbeda walaupun ada beberapa kesamaan (sempat sekolah di SMA yang sama dan tempat kuliah sama).

Hal ini karena cara menghadapi hidup antara saya dan teman saya ini cukup berbeda.

Teman saya ini selalu mengejar apa yang menjadi kemauannya. Dia bisa meninggalkan posisi atau tempat apapun jika itu tidak sesuai kehendaknya.

Sedangkan, saya cenderung bertahan dalam kondisi apapun yang saya masuki, walaupun saya tidak suka.

Dan ini terus berlangsung, sampai sekarang.


Ketika saya ke Bangkok tahun itu, saya bertemu dengan teman saya ini. Ngobrol ngalor ngidul kesana kesini.

Dan entah mengapaaa, saya lupa dia nanya apa, hanya saja, ada beberapa pertanyaan yang tidak bisa saya jawab. Dan saya seperti orang bodoh, tidak mengerti apa-apa, kehilangan minat saya pada dunia ini.

Dan pada intinya dia menanyakan:

Mengapa saya tetap seperti ini. Tidak melakukan  apa yang saya ingin inginkan, yang saya hasratkan, tetapi terjebak dalam zona aman, tanpa mengeksplor kelebihan-kelebihan saya. Dengan wawasan yang itu-itu saja, bergaul dengan orang itu-itu saja. Bagai katak dalam tempurung. 


Dan saya merasa seperti ditampar dan seperti orang bodoh.

Di antara kritik dari orang lain yang saya terima selama ini, kritikan yang paling menohok bagi saya yaitu dianggap bodoh.


Dan kini hampir 2 tahun lewat..

Apakah saya sudah banyak berubah?

Apakah saya sudah menjadi orang yang lebih baik dibanding 2 tahun yang lalu?

Apakah saya sudah tahu apa yang ingin saya lakukan?

Dan apakah saya sudah memiliki nyali untuk bertemu teman saya ini kembali?


Setelah merenungi:

Beberapa hal memang menjadi lebih baik.

Ada beberapa kegilaan yang saya lakukan untuk mengeksplor diri saya.

Namun masih kurang gila.

Dan tetap tidak mudah bagi saya untuk lepas dari zona aman.

Namun setiap saya merasa terlena dalam kehidupan yang biasa ini, saya selalu ingat kritik teman saya ini.


Pada akhirnya, hidup terus berjalan, dan saya harus tetap usaha untuk menjadi lebih baik dan baik.

Lebih gila dan lebih gila.


NB:

Omong-omong, salah satu percakapan 2 tahun lalu, yaitu mengapa saya santai-santai saja tidak mengunjungi tempat wisata disana (karena biasanya saya cenderung ngotot untuk mengunjungi semua tempat wisata yang bisa dikunjungi).

Dan jawaban saya pada saat itu: suatu hari nanti saya akan kembali ke Bangkok, jadi masih ada kesempatan untuk eksplor kembali.

Dan, benar saja, 3 minggu lagi saya kesana.

Semoga Naila yang akan datang nanti, lebih baik dari Naila yang dahulu.


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Tanpa sadar udah hampir setahun gw tinggal di Jakarta, lebih tepatnya 10 bulan.. Kalau orang hamil, udah brojol kali ya anaknya, hehehe..
Dan gw merasa sangat bersyukur atas berkah yang gw terima selama 10 bulan ini. Finally, bisa kerja yang halal dan baik. Bisa punya uang sendiri. Walau masih tinggal ma sodara, tapi sisi positifnya jadi gak pernah kesepian (walau hitungannya dari nyusahin orang tua, pindah jadi nyusahin sepupu-sepupu. Tapi gapapa kan mas, mbak? Hehehe).
Alhamdulillah, tempat kerjanya juga di lingkungan yang baik dengan orang-orang yang baik. Dengan bidang yang agak-agak baru, jadi bisa dapat ilmu yang banyak juga.

Sepuluh bulan ini..
Gw ketemu kenalan-kenalan dan teman-teman baru. Ketemu orang-orang yang spesial dalam hidup gw. Melewati saat-saat geje, senang, suka, maupun sedih bersama. Walau pastinya ada masa-masa up dan juga down. Ada saatnya gw benar dan ada juga saatnya gw salah. Tapi selalu ada keluarga yang mendukung gw, tapi juga selalu mengingatkan kalau gw ada yang salah. Ada juga teman-teman (baik yang lama dan yang baru) yang selalu ada, punya cara berpikirnya masing-masing, tapi selalu sukses bikin gw ketawa lagi.
Satu yang pasti gw merasa bersyukur berhasil atas yang terjadi selama sepuluh bulan ini dan senang bisa belajar banyak banget dari orang-orang di sekeliling gw.

Gw (saya, aku, nela) benar-benar merasa berterimakasih atas kehadiran semuanya. Merasa berterimakasih juga bagi pihak-pihak yang telah memberi warna dalam hidup gw. Setiap goresan warna itu, semoga membuat gw (dan juga kamu-kamu) agar menjadi orang yang lebih baik. Terimakasih, terimakasih sebesar-besarnya.
Gw hanya bisa merasa bersyukur udah diberi kehidupan yang baik seperti ini. Walaupun hidup tak selalu sempurna dan tak selalu mendapatkan yang diinginkan. Tapi di balik segalanya, pasti yang Di Atas sudah membuat skenario menarik yang siap dimainkan (asal jangan kayak kisah Cinta Fitri aja, hehehe. Peace.. Peace..).

Sepuluh bulan ini...
Sudah banyak waktu yang gw curahkan buat diri sendiri. Nampaknya gw harus membuka mata dan melihat sekeliling lagi. Ga segalanya harus tentang gw dan hidup terlalu berharga jika hanya dinikmati untuk diri sendiri saja.
Jadi teringat kata-kata seorang teman, cara bikin diri senang yaitu dengan bikin orang lain senang. So untuk tahap awal ini, walau gw masih rada-rada egois (pengen diri tetap senang), tapi paling ngga, gw lagi pengen bikin orang lain senang. So, siapa yang pengen gw traktir? Mumpung lagi baik, hahahaha..

Ah udah deh, makin lama makin ngelantur gw. Cuma bisa berharap, semoga hidup semakin berwarna dan mari kita lihat skenario seperti apa yang sebenarnya sudah disiapkan.
Share
Tweet
Pin
Share
3 comments
Masih inget gak, kepercayaan orang di jaman dahulu kala, kalo bumi itu datar dan kotak.. Dimana kalo kita jalan teruuusss ampe ujung dunia, jedunngg.. Jatuh deh ke bawah, entah ke dunia mana, pokoknya = goodbye kehidupan...
Jika dunia itu datar

Ada juga yang bilang juga, kalo di ujung dunia itu ada monster-monster yang menunggu, yang kalo kita coba berani lewat situ, wahhh, bisa-bisa bakal dimakan ama monster-monster jahat, ditumpas, dibasmi, berani lewat = berani mempertaruhkan nyawa.

Ini ceritanya si monster.. Bukan, bukan Paul si Gurita! (Sebenarnya dalam bayangan gw monsternya yang kayak naga-naga gitu, berhubung nemu gambarnya ini yaaaa.. gak papa deh.. (gambarnya dari sini))


Nah, sekarang gw udah di tingkat akhir, tahun keempat, mahasiswa tinggal Tugas Akhir. Kemarin, baru aja gw ngeliat temen-temen gw yang wisudaan. Antara senang dan ketar-ketir. Bertanya-tanya kapan ya gw wisuda, (pake kebaya apa ya), ngapain ya habis wisuda?

Jadinya sekarang berasa semakin dekat sama ujung dunia ini. Dulu pas awal-awal masuk, sebagai mahasiswa tingkat awal nan lugu, ceria, manis, dan lucu, masih kayak para pelaut yang baru dilepas keluarganya dari pinggir pantai, penuh harapan, dunia cerah ceria, membawa sejuta mimpi, dan keinginan..

Tapi sekarang, 4 tahun kemudian... Udah ga tau arah kemana, gelap, gak tau apa yang harus dilakuin setelah lulus. Emang apa sih kemungkinan abis lulus, kita perkecil aja jadi 3 kemungkinan:

1. Cari kerja
2. Lanjut sekolah
3. Kawin
4. Bikin perusahaan sendiri *padahal tadi bilangnya 3 kemungkinan, hehehe

Yah simpelnya gitu lah.. Hmmm, misalnya udah lulus dan memutuskan nyari kerja, tetep aja berasa mau di ujung dunia. Gw akan bergabung dengan jutaan pengangguran lainnya di seantero Indonesia. Kita semua (baca: para pengangguran) bagai para pelaut yang harap-harap cemas, antara bakal ketemu si monster atau thanks God ternyata nemu daratan baru (dan nyadar kalo bumi itu bulat) alias keterima kerja. Nah, kalo gak keterima kerja, berasa jatuh ke dunia lain deh, gak ada pemasukan tapi pengeluaran jalan terus, huaaa..

Kalo lanjut sekolah, yahh, bisa sihhh, tapi pertama harus mikir dulu juga mau sekolah dimana, tetap tentang IF apa enggak, biaya dari mana, dkk.. *Kayaknya gak se-ujung dunia cari kerja, tapi kalo ada universitas yang gak mau nerima, tetep bagai para pelaut, harap2 cemas..

Kawin/nikah, wah gak tau ah ini mah.. Males berkomentar, hahahaha...

Buka perusahaan, hmmm (thinking)..

Yah, pokoknya tahun terakhir ini emang antara pesimis-pesimis-optimis atau optimis-optimis-meringis. Mulai dilemma, soalnya jalur yang dulu ditekankan (masuk sekolah bagus-kuliah di universitas negeri) hampir kelewati semuanya, tanpa persiapan apa yang harus dilakukan selanjutnya..

Masa perkuliahan udah mau habis, berarti masa jadi mahasiswa udah mau habis juga. Masa melakukan kesalahan tinggal sedikit lagi, harus lebih serius menghadapi segala sesuatu. Gak tau apakah masih ada toleransi di masa mendatang.

Hanya bisa berharap dan berusaha, kalau suatu saat tersadar bahwa bumi itu bulat.

Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
Ah, napa sih bisa-bisanya ada orang idiot kayak mereka??? Maen bom seenaknya, dipasang sana-sini, diledakin pula, lu kira bom itu bola apaaaaaa?? Uhhhhh, sedih.. sedih.. sedih.. Kasihannya negeriku, udah susah payah bangun, malah dijatuhin lagi.. Arghhh, bete+benci+muak sama orang-orang idiot itu.. Kasihan, kasihan korbannya, salah apa mereka? dosa apa mereka? sampe bisa-bisanya mereka terkena hasil keidiotan orang lain seperti itu...

Uh, muak, cuhh...cuhh...cuhhh...


Smile
By: Michael Jackson

Smile, though your heart is aching
Smile, even though it's breaking
When there are clouds in the sky
You'll get by...

If you smile
With your fear and sorrow
Smile and maybe tomorrow
You'll find that life is still worthwhile
If you just...

Light up your face with gladness
Hide every trace of sadness
Although a tear may be ever so near
That's the time you must keep on trying
Smile, what's the use of crying
You'll find that life is still worthwhile
If you just...

Smile, though your heart is aching
Smile, even though it's breaking
When there are clouds in the sky
You'll get by...

If you smile
Through your fear and sorrow
Smile and maybe tomorrow
You'll find that life is still worthwhile
If you just smile...

That's the time you must keep on trying
Smile, what's the use of crying
You'll find that life is still worthwhile
If you just smile..


Kayaknya senyum aja ga cukup.. Berjuang? Semangat? Apa ya yang pas buat gantiin 'smile' nya?
Share
Tweet
Pin
Share
3 comments
Kemaren-kemarin ini baru aja nonton 'How I Met Your Mother' season 4 ntah episode berapa.  Disitu ceritanya sang tokoh utama, Tedy, ngelist hal-hal yang dia anggap "too old for this stuff".

Terus temennya, Barney, pas tahu adanya list itu, bikin taruhan kalau dia bisa ngelakuin semua yang ada di dalam list. Dan dia bener-bener ngelakuin satu-satu, dari nindik telinga, nge-cat rambut warna ngejreng, pake stocking jala-jala, dan banyak lagi.  Alkisah, di akhir cerita, Barney pun akhirnya menyerah juga dan ngaku kalau dia emang udah terlalu tua buat hal-hal itu.

Dari episode tersebut, tiba-tiba gw nyadar, banyak juga hal-hal yang dulu pas gw masih kecil imut nan ceria sangat gemari, tapi sekarang udah engga lagi.

Soo.. Gw mau nulis ah list gw buat "I'm too old for this stuff":
  1. Nonton film vampire china. Dulu pas SD gw seneng banget nonton film china apalagi yang vampire-vampire-an, seru banget dah. Tapi pas sekarang nyoba nonton, waduh gak banget deh.
  2. Nonton film india. Ini juga, dulu pas smp ma sma demen banget nonton india. Tapi sekarang pas gw nyoba nonton lago beberapa kali, tapi gw gak bisa bertahan dar aal film ampe akhir, pasti udah eneg duluan, uhh...sedihhh.... Padahal gw kan dulu seneng banget ma mas Shahrukh Khan. Maaf ya mas, diriku sudah tidak mampu menontonmu lagi.
  3. Baca komik-komik berlatar cerita untuk anak smp, komik dengan tokoh-tokoh yang terlalu polos, komik robot-robotan, komik tembak-tembakan, dan banyak lagi deh.Bahkan, akhir-akhir ini gw udah jarang banget baca komik.. Huaa.. Kangen komik.
  4. Nonton anime. Hahaha, udah gak nyambung lagi gw kalo maslaah per-anime-an. 
  5. Lihat-lihat acara cosplay. Huaaa, fik, pas mba nela dateng ke gelar jepang kemaren, entah napa muncul banget perasaan "I'm too old for this stuff".
  6. Baca majalah remaja. Yaiyalah, kayaknya bacaannya harus udah mulai serius nih gw, hmm..
* berpikir keras, apalagi ya, yg too old buat gw

Intinya sih kebanyakan gw udah mulai beralih orientasinya buat ngisi waktu luang. Gw masih suka nonton dorama, serial korea, serial barat, apapun itu, tapi gw juga udah mulai batasin diri. List ini pastiny bakal tambah panjang sebagaimana umur yang juga makin tua. Tapi... Masih banyak juga hal-hal yang masih pengen gw lakuin tapi udah gak pernah lagi karena makin tua:
  1. Maen rollerblade-an. Waduh mau dunk maen rolerblade-an, pengen deh sekali-kali minjem roller blade mas2 carrefour yang muter-muter bawa-bawa uang receh ke kasir-kasir di carrefour. Kayaknya seru.
  2. Maen petak umpet, gobak sodor, dan serangkaian permainan anak-anak lainnya.
  3. Banyak lagi..
Berhubung udah malem gw lagi nggak kepikiran apa aja, hmm.. entar ditambah ah..
 


Share
Tweet
Pin
Share
3 comments
Mode ngerjain tugas gw yang 'on' nya emang gak pernah 100%, lagi gw matiin sekarang. Bosan! 

Tadi, lagi-lagi, lagi diem gak ada kerjaan (gak mau nyentuh kerjaan lebih tepatnya), jadi kepikiran. Sebenernya, cinta orangtua pada anaknya emang yang paling murni di dunia, dari lahir si anak lahir, diurusin, dikasih makan, disekolahin, dirawat, ampe besar jadi orang. Siapa lagi yang bisa kayak gitu selain orangtua sama anaknya?

Tapi, kalau dipikir-pikir, tanpa mengecilkan cinta orangtua pada anaknya, cinta antara dua insani itu gak kalah luar biasa. Cinta orangtua pada anaknya itu mutlak, pasti, tak tergoyahkan, gak bakal hilang. Sang ibu yang melahirkan, ayah yang menafkahi, sudah pasti mau gak mau mereka sayang ama anaknya. Anak yang bakal jadi tumpuan perhatian mereka, anak yang jadi pusat segalanya bagi mereka. Dalam konteks ini CINTA ORANG TUA pada anaknya = BIASA.

Akan tetapi, cinta antar dua insani, pria dan wanita, apakah gak kurang luar biasa? Dua orang, dengan latar belakang berbeda, jenis kelamin berbeda, pemikiran berbeda, belum tentu mengenal satu sama lain, saling mencinta? How wonderful!

Ketika mereka sudah terikat, menjalin hidup bersama. Sang wanita meninggalkan orangtuanya, mengabdikan hidup untuk suaminya, sedangkan sang suami, rela berkorban, berani menjaga istrinya selamanya. Wow, wow, wow!

Siapa sih yang gak terharu kalau lihat kakek-nenek jalan berduaan di taman, tetap mesra? Tiap orang yang lihat otomatis tersenyum melihat mereka. Karena perjanjian yang mengikat dua insani itu dapat berlaku sangat lama, terkadang lebih lama dibanding waktu yang dihabiskan keduanya dengan orangtua masing-masing. Bukankah cinta mereka lebih kuat dari cinta antara Romeo and Juliet? Bahkan jauh..jauh di atas cinta dua sejoli itu..

Karena gw sendiri meragukan cinta romeo-juliet. Bagi gw, mereka seperti kalah sebelum bertarung. Bukankah inti cinta sebenarnya ketika sudah ada janji yang terikat?Ketika ada cobaan yang menghadang, perbedaan yang ada, dan berhasil melewatinya, bukankah itu yang namanya cinta?

Ah come on lah, bunuh diri demi cinta? Masih muda pula! Apa gak terlalu impulsif tuh?

Jadi inget juga sama Bapak ma Ibu yang sebentar lagi ulang tahun perkawinan yang ke-25. Dan gw yakin, puluhan tahun yang mereka lalui itu, bukti cinta mereka (ceilaaa.. jilat2 gw biar uang saku nambah, hahahaha). Semoga, Bapak Ibu langgeng terus..rus..rus..rus.. Terus.. rus..rus.. tanpa akhir.

So, kapan gw bisa kayak Bapak ma Ibu ya? Hahaha.. Tungguin mbak mona dulu ahhh..hehehe

Tapi jadi pengen masukin lagunay Natasha Bedingfield yang judulnya 'Soulmate'. Ngena abis reff nya. Hehehe..

Natasha Bedingfield -Soulmate

Incompatible, it don't matter though
'cos someone's bound to hear my cry
Speak out if you do
You're not easy to find

Is it possible Mr. Loveable
Is already in my life?
Right in front of me
Or maybe you're in disguise

Reff:
Who doesn't long for someone to hold
Who knows how to love you without being told
Somebody tell me why I'm on my own
If there's a soulmate for everyone

Here we are again, circles never end
How do I find the perfect fit
There's enough for everyone
But I'm still waiting in line

Who doesn't long for someone to hold
Who knows how to love you without being told
Somebody tell me why I'm on my own
If there's a soulmate for everyone

If there's a soulmate for everyone

Most relationships seem so transitory
They're all good but not the permanent one

Who doesn't long for someone to hold
Who knows how to love you without being told
Somebody tell me why I'm on my own
If there's a soulmate for everyone

Who doesn't long for someone to hold
Who knows how to love you without being told
Somebody tell me why I'm on my own
If there's a soulmate for everyone
If there's a soulmate for everyone


***
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Lagi asik baca 'Honeymoon with My Brother', terus diam sebentar, tiba-tiba gw terpikir sesuatu?

Apakah gw punya sahabat?

Gw sendiri ga ngerti yang disebut sahabat itu seperti apa. Teman yang selalu kita curhatin segala sesuatu kah? Teman yang selalu ada saat kita sedih atau senangkah? Teman yang selalu senang bersama-sama kah? Teman yang tanpa ada dia, gw ga bisa ngapa-ngapain kah? 

Gw rasa, seorang sahabat adalah teman yang sudah kita percaya, yang tanpa kita berada dekat atau jauh darinya, kita bisa saling mengerti.

Dari definisi itu, gw jadi bertanya lagi. Apakah gw sudah menjadi sahabat bagi seseorang?
Dan, apakah kita harus bergantung dengan seorang sahabat, dalam menjalani hidup ini?

Tiba-tiba, gw teringat dorama yang baru ditonton kemarin, Love Shuffle, judulnya.
Di salah satu episode, salah seorang tokoh bertanya pada dirinya dan orang di sekelilingnya.
"Kalau aku meninggal, apakah ada orang yang kehilangan, yang dengan hilangnya diriku, dia merasakan adanya sebuah lubang dalam hatinya." 

Terus gw mikir lagi, apakah sahabat juga menjadi salah seorang yang ber-"lubang" hatinya kalau gw gak ada lagi?

Dan kalau iya, apakah ada orang yang hatinya ber"lubang" kalau gak ada?

Tapi, pertanyaan penting gak penting lainnya:  apakah gw butuh sahabat?
Share
Tweet
Pin
Share
3 comments
Minggu ini gw lagi dalam fase stand by. Stand by kayak di komputer ato laptop. Nyala sih nyala komputernya, tapi ga diapa-apain, yang pada akhirnya cuma ngabisin baterai doang ato cuma ngabisin listrik doang. Stand by kayak komputer lagi ga dipake. Stand by, dimana program-program terakhir yang masih berjalan, statusnya belum exit tapi ya gak disentuh jadi gak ngehasilin output apa-apa.

Minggu ini, gw dalam fase nyampah. Nyampah en gak ngapa-ngapain sama sekali. Bangun selalu siang, mandi, makan, nonton koleksi dorama, baca scanlation, nonton tipi, nginternet, YM, nonton dorama, donlot pelem (kalau di baleendah), tidur antara jam 1-3, terus bangun lagi, mandi (kalo inget), makan, nonton, dan seterusnya seterusnya. Diulang kayak gitu lagi, kayak gitu lagi. Weekdays, malam natal, natal, sabtu, malam minggu, minggu, malam tahun baru hijriyah, gak ada bedanya tiap hari.

Yang bikin beda paling hari ini di sukagalih lusanya ato besoknya ke baleendah. Terus entar balik lagi ke sukagalih, terus ke baleendah lagi, terus ke sukagalih lagi, terus ke baleendah lagi. Gituuuu terus tiap hari. Ah bosan. Gw dalam fase Standby karena walau gw masih beraktifitas (kalo itu disebut beraktifitas), tapi otak gw ga dipake apa2. Gak mikir. Stand by karena bisanya ngabisin makanan doang, tapi gak dipake energinya buat hal yang lebih berguna. Stand by karena banya yang bisa gw lakukan, tapi karena gw gak mau (baca:males), jadinya gak ngapa-ngapain. Huuuhhhhh...

Nyampah banget sih... Bosan kayak gini terus.. Huhhh...

Tapi minggu depan bakal ada acara sih di baleendah, si mamih ngadain pesantren kilat gitu di rumah. (Gak bisa disebut pesantren juga sih, wong anak-anaknya dtg pagi pulang sore, terus juga isi materinya luas kok, temanya sih biar anak-anak kenal dan mencoba mencintai ilmu pengetahuan gitu.) Targetnya sih 40 org, acaranya dr yang games2, searching2 di internet ttg tema tertentu, bikin kerajinan, dsb nya. Disuruh bantu-bantu deh, ntar. Tapi tanggalnya itu loh dari tanggal 1-4 Januari. Yaaaahhhhh.. Alamat tahun baru gak bisa seneng-seneng. Trus ada uas lagi tanggal 5 nya. Bisa sih belajar dari sekarang, biar ntr g usah panik gara2 belom belajar. Tapi... Bahannya aja gak tahu yang mana, hwehehehe..

Trus yang bikin panik yaitu.. berat badan gw naek 2 kilo!!! Iya sih badan gw kurus, baguslah kalo naek berat badannya. Tapi napa sih nambahnya gak di daerah-daerah yang gw inginkaaannnn?? Kenapa?? Kenapa??? Kenapaaaaaaaaaaaaaaa??????

Ah, alamat harus kerja keras lagi nih buat ngilangin tuh 2 kilo. Ngepel ma nyikat kamar mandi aja apa besok?? Lumayan keluar keringat dikit, hehehe...

Tapiiii.. Sebenernya apa sih bedanya stand by, sleep, ma hibernate di komputer?? Gak tahu gw.. (Lemaahh..!!)

Ah udah ah, pusing gw, ngantuk.
Share
Tweet
Pin
Share
5 comments
Gw suka takut hukum karma, hmm.. atau kualat ya lebih tepatnya??
Jadi gini, sekarang tuh, gw akuin, gw belum jadi anak yang baek buat orangtua gw. Masih suka gak patuh ma mereka, suka gak ngedengerin mereka, suka gak nurut, nelpon cuma buat minta duit, kalo diingetin ato dinasehatin suka gak peduli, apalagi kalo dikasih wejangan, masuk telinga kanan, eh langsung mantul.. 
Ya, tapi namanya orangtua, ya tetep sayang deh sama anaknya walau kayak gitu. 
Tapi ada satu yang bikin susah, mereka cuma pengen satu dari gw, yaitu, gw jadi anak yang sholeh! Gak usah jadi orang yang kaya, gak usah orang yang pinter, gak usah jadi anak yang primadona kampus, dsb (walaupun kalo emang jadi kayak gitu, juga gak nolak sih). Pokonya kalo udah jadi anak yang sholeh, cukup, segitu aja mereka udah seneng. Tapi, itu diaaaa.......Gw nya aja belom pengen jadi anak sholeh!! Niatnya aja gak ada (red. belom). Belum ada katalisatornya yang bikin gw pengen jadi anak sholeh. Pokonya allamat masih lama lagi deh, kesampeannya..

Tapi, gara-gara itu, kadang gw jadi takut, kalo punya anak nanti(iiiiiiiiiii..........), jangan-jangan entar kualat gw, merekanya lebih bandel, lebih bawel, lebih berontak, lebih gak nurut, lebih banyak nyusahinnya, lebih rese, lebih nyebelin, lebih susah diatur, lebih banyak maunya dari gw..
Kalo kayak gitu.. Tiga kata..
Mampus deh gw..
Share
Tweet
Pin
Share
8 comments
Gw suka mikir, kok jago banget ya Nabi Muhammad itu. Pengaruhnya, ajarannya, masih ada sampai sekarang, dan pengikutnya juga terus bertambah setiap harinya. Tapi yang bikin gw takjub lagi adalah segala sesuatu yang Beliau lakukan ketika masih hidup masih dapat diceritakan sampai sekarang. Bagaimana cara makan beliau, cara ibadah Beliau, cara tidur Beliau, semuanya dapat diketahui. Ckckck.. Hebat banget.

Padahal, Nabi Muhammad itu lahirnya 570 M, sekitar 14 abad yang lalu. Dan mulai mendapatkan wahyu dari 610 M. Coba kita bandingkan dengan negeri kita. Pada tahun segitu,kira-kira adalah masa berdirinya Tarumanegara. Hmmm... Dipikir-pikir lucu, ya? Gw suka ngebayangin aja, pasti waktu itu para leluhur kita masih berkemben ria buat yang perempuannya, dan yang lelaki nya cuma memakai kain dan celana saja untuk menutupi tubuh.

Untuk meninggalkan bukti tertulis mengenai kehadiran mereka masih menggunakan prasasti, yang pastinya cuma bisa beberapa kalimat saja (secara, pasti susah banget buat nulis/ mahat di atas batu).



Prasasti Ciaruteun

Padahal di bagian dunia yang lain, Al-Quran walau belum tertulis tapi sudah diingat beribu-ribu orang, yang pada akhirnya di kemudian hari akan dijadikan kitab tertulis.

Betapa berbeda sekali..

Tapi itulah yang suka bikin gw jadi heran jg. Napa kita yang udah di jaman modern ini, masih harus mengikuti hal-hal yang dilakukan Rasulullah. Hmm.. Ga harus c, tapi dianjurkan. Contohnya, nabi berbuka puas dengan kurma. So What?? Itu kan Nabi, yang emang daerahnya penghasil kurma, ga ada kolak, candil, dan sebagainya. So, ada nilai tambah gitu kalau kita melakukannya juga? Nabi suka memakai jintan hitam? So kenapa?

Jadi kalau Nabi, misalnya nih ya, suka ma warna pink, berarti kita juga harus ikut-ikutan suka warna pink?

Hal yang pengen gw tekanin disini c sebenarnya, emang ada yang namanya sunnah rasul. Dan kita juga emang benar, dianjurkan untuk mengikutinya. Tapi kan, ada juga saat dimana kita ga harus ngikutin semua perbuatan Rasul. Bener Ga? CMIIW (Correct me if i'm wrong), de.
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
Sambil nonton india (Mohabbaatein) dengan hidung yang sraaattt.. srooott.. tanpa henti-hentinya, tiba-tiba gw tersadar..

Hmm.. Sudah gak sibuk lagi gw. Sejak juli kemaren, balik dari Malaysia, non-stop selalu ada kegiatan himpunan, mulai dari Wisuda Juli, SPARTA, Home Tournament, wawancara calon anggota divkel, dan terakhir Musik Sore. Plus ditambah ma jadi LO FPS. Ke kampus tiap hari n pulang selalu malam.

Dan setelah kemaren Musik Sore beres terlaksana, akhirnya berasa plong.. Lega.. Gak ada tuntutan lagi. Gak ada proker-proker lain yang menunggu.

Tapi, jadi sedih juga, gw g ada kerjaan semester ini. Dari kemarin kepikiran terus, mau ngapain ya semester ini di luar kuliah. Terutama yang paling menyadarkan gw adalah pas gw ntn 21.


21

Entah mengapa nonton ini ngerasa kena banget. Ceritanya tentang Mahasiswa MIT bernama Ben Campbell. Ben keterima di Harvard Medical School, tapi gak bisa bayar biaya kuliah sebesar $300,000. So, dia mencoba mencarinya dengan mengajukan beasiswa.

Bagian yang paling ngena dari film ini yaitu di bagian awal film, pada saat Ben interview sama orang dari Robinson Scholarship, dimana kalau dia dapat beasiswa tersebut biaya perkuliahannya bakal dilunasin.

Walau Ben punya nilai SAT 1590, nilai MCAT 44 MCAT, dan nilai GPA 4.0 GPA, Ben tetap gak qualified buat dapet beasiswa tersebut karena essay yang dia buat gak stands out, ato "loncat" kalau dibaca, n gak bikin si penginterview terpesona. Satu yang kurang adalah Ben gak punya life experience, pengalaman hidup yang bisa membedakan dia dari orang lainnya.

Dari situlah bermula perjalanan Ben mencari pengalaman hidup, menjajal kepintarannya menghitung cepat di kasino-kasino vegas dengan bantuan professornya..

Gw gw berniat nyeritain film ini. Yang gw garis bawahin dari film ini adalah seperfect apapun seseorang, kalau dia gak punya life experience yang berarti, kayak kosong aja gitu.

Kalau gw ditanya pengalaman hidup apa yang paling berkesan sampai saat ini, gw ga bisa jawab. Meaning, kalau gw itu masih kosong, gak ada kelebihan apa-apa dibanding orang lainnya. Sedih juga ya..

Oleh sebab itu, gw pikir mumpung semester ini gw gak bakal sibuk-sibuk amat, kerjaan di himpunan juga udah gak ada, gw pengen cari pengalaman hidup.

Gw gak mau hidup gw cuma antara kuliah doang, buat apa gue hidup kalau gitu?? Gw juga pengen kayak Ben, mendapatkan pengalam hidup yang BEDA.

Tapi itu dia, gw bingung apa yang harus gw lakukan buat ngedapetinnya. Gw harus mulai darimana, apa yang gw harus lakukan, gak ada bayangan sama sekali. Tapi, gw yakin kalau gw niat, pasti ketemu jalan keluarnya. Iya gak?
Share
Tweet
Pin
Share
2 comments
Older Posts

About me


About Naila
Halo, saya Naila Fithria, penulis blog ini.
Tukang jalan-jalan dan tukang galau juga:)
Anyway, selamat datang dan selamat membaca blog ini. Tabik!

The other me

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter

Through the years

  • ▼  2020 (1)
    • ▼  February (1)
      • A Week in Istanbul
  • ►  2017 (9)
    • ►  October (2)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
    • ►  January (3)
  • ►  2016 (4)
    • ►  May (2)
    • ►  April (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2015 (13)
    • ►  September (5)
    • ►  August (1)
    • ►  July (3)
    • ►  May (1)
    • ►  March (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2014 (7)
    • ►  June (2)
    • ►  May (5)
  • ►  2013 (2)
    • ►  November (2)
  • ►  2012 (3)
    • ►  December (1)
    • ►  July (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2011 (3)
    • ►  August (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2010 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  July (4)
    • ►  May (5)
    • ►  April (2)
    • ►  February (3)
  • ►  2009 (20)
    • ►  December (4)
    • ►  September (1)
    • ►  August (5)
    • ►  July (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (6)
    • ►  January (1)
  • ►  2008 (17)
    • ►  December (2)
    • ►  November (1)
    • ►  September (3)
    • ►  August (2)
    • ►  July (4)
    • ►  May (2)
    • ►  March (3)
  • ►  2007 (6)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)

Naila's Timeline

Loading...

Created by BeautyTemplates| Distributed By Gooyaabi Templates