Naila's Timeline

live . love . laugh

Powered by Blogger.
  • Home
  • About me

Akhirnyaaa, ada waktu lagi buat melanjutkan postingan inii.. So, sebagaimana yang telah dibahas disini, gw akan membahas tentang perjalanan ke Ho Chi Minh City (HCMC) dalam tulisan ini.

Day 1
Ho Chi Minh City, salah satu kota terbesar di Vietnam. Bukan Ibukota dari Vietnam, namun memegang peranan penting dalam perekonomian negara ini.

Singkat cerita, untuk pergi ke HCMC, gw dan teman gw naik AirAsia terlebih dahulu dari Bandung ke KL. Baru dari KL lanjut lagi dengan AirAsia ke HCMC, dengan jadwal seperti ini:
08.30-11.40 : Bandung - KL
14.55-15.50 : KL-HCMC 

Ketika mau mendarat di Tan So Nhat Airport (bandara dari Ho Chi Minh City), pesawat yang gw tumpangi harus berputar-putar dulu di udara sekitar 40 menit karena HCMC hujan. Agak-agak parno sih itu sebenarnya, untungnya akhirnya bisa mendarat dengan selamat dan mendarat kira-kira jam 5 sore. Horeeee..

Sesampainya di airport, gw dan teman gw, Desty (called by Tongky), naik taksi Mailingh, salah satu taksi recommended kedua di HCMC, yang pertama adalah VinaSun Taxi. Taksi lain kurang recommended karena sering tidak menggunakan argo. Yahh.. Jadi VinaSun dan Mailingh ini kalau disini mungkin kayak Blue Bird dan Express kali yaa...

Lalu, sampailah kami di Hotel kira-kira pukul setengah 7 malam, Yellow House Saigon Hotel. Kalau dari segi kenyamanan dkk, udah pas banget, tapi ternyata lokasinya agak jauh dari keramaian, minimart, dan daerah backpack. Jadinya kalau kemana-mana harus jalan kaki dulu agak jauh.
Yellow House Saigon

 
Kamar di Yellow House Saigon Hotel

Berhubung udah lapar berat, akhirnya kami pergi ke daerah Benh Tanh buat cari makan. Dan.. Jalanannyaaaaa..!! Oh my god! Jakarta kalah ramaiiiii motornyaaa.. Sumpah, mau nyebrang aja serem bangettt, ga berani gw, jadi setiap penyeberangan, dengan sigapnya gw selalu menumbalkan teman gw, buat jalan duluan di samping, so gw nyebrang ngikut dia aja, dududududu...

Ini hitungannya lagi gak rame sebenarnya

Setelah sibuk nyebrang sana-sini, kami lanjut cari makan di daerah Ben Tanh, dimana ada restoran Pho yang terkenal namanya Pho2000. Harga yaa lumayan sihh.. 80.000 VND kalau ga salah ingat (sekitar Rp 60.000), tapi rasanya enak bangeeeet, apalagi yang Seafood. Mirip Tom Yam gitu asamnya. Rasanya segala capek langsung hilang gara-gara Pho ini.
Pho rasa Seafood, lebih enak dari yang daging biasa 
(aduh lihat fotonya aja jadi pengen lagi)

Beres makan, kami muter-muter di daerah Benh Tanh Market. Walau pasarnya sendiri sudah tutup kalau malam, tapi ada pasar malam di sampingnya. Catatan untuk para shopper: harga barang di pasar malamnya ternyata lebih murah dari harga pasar di Benh Tanh yang versi pagi.
Benh Tanh Market

Beres muter-muter, ternyata kami nemu satu jalanan isinya banyak makanan halalnya dan dekat banget ma Benh Tanh. Yah lumayan buat besok-besok, bisa makan disini.
  
Daerah makanan halal dekat Benh Tanh
 
Lokasi  tempat makan halalnya. Ada Pho 2000 juga

Day 2
Untuk hari kedua ini, kami sudah memesan Cu chi Tunnel Tour for Half Day, dengan meeting point depan Central Office yang letaknya berseberangan dengan Notradame Catredal. Sekalian deh foto-foto.
 Yang lagi foto pre wed di depan Central Office
(Actually Central Office Building is right behind me, it's not the building that captured in this photo)

Untuk Cu Chi Tunnel ini, kami satu tour dengan 6 orang lainnya, naik mini bus yang sudah disediakan oleh UrbanAdventures (EO tur-nya). Sebelum ke Cu Chi Tunnel, kami diajak berkunjung ke rumah lokal dulu. Dimana kami diajari cara membuat rice paper, seperti gambar di bawah:

Kata si ibu setempat itu, semakin bagus rice papernya, menandakan semakin pintar masak yang bikin.

Penampakan Rice Paper. Tebak buatan gw yang mana!

Oke sebenarnya foto sebelumnya (gw ma si ibu) itu sebenarnya percobaan kedua gw setelah semua peserta udah bikin. Percobaan pertama hasilnya adalah rice paper yang nomor pertama dari kiri (iyaaa yang bolong ituu graooo). Gak terima gwww dibilang gak bisa masak (which is true.. really really true by the way buahahaha). Tapi gw gak pantang menyerah, tetap mencoba, dan percobaan selanjutnya ternyata hasilnya bagus kok!

Setelah itu..
Ternyata peserta tur juga diajak memberi makan babi, yang gw rasa lebih serem daripada main sama ular kobra.. Dan gw cuma bisa usaha sebaik-baiknya biar gak kena ludah babi nya (boleh kan ya kalau ngasih makan babi?).

Dari rumah lokal, kami beranjak ke Cu Chi Tunnel. Terowongan yang digunakan oleh orang Vietnam bersembunyi selama diserang US. Orang Vietnam sendiri membagi masa perang setelah deklarasi kemerdekaan menjadi 2: French War (1946 - 1954) dan American War (1954 - 1975).

Note: Sebelum ke Cu Chi Tunnel, sebaiknya baca-baca dulu tentang Perang Vietnam. Karena ketika on the spot yang ada gw malah agak bingung apa bedanya South Vietnam ma Vietkong. Sama atau enggak ya.  Kan jadi kurang mudeng pas dijelasin.

Temen gw, Tongky, nyoba masuk ke lubang terowongan

Di Cu Chi, kami juga beneran masuk ke dalam terowongannya, yang sebenarnya kita bisa jalan terus sampai 150 meter. Tapi ternyata disini gw menemukan salah satu ketakutan gw, yaitu jalan di terowongan kecil bawah tanah. Serem, takut kejebak, jadinya baru 20 meter udah minta keluar, hehe.

Sekilas tentang Cu Chi Tunnel. Pada saat peperangan tersebut, banyak keluarga yang bersembunyi dalam terowongan-terowongan bawah tanah. Awalnya setiap keluarga memiliki terowongan masing-masing, lalu pada akhirnya terowongan tersebut menjadi saling terhubung. Terowongan ini sendiri bisa sampai 3 level di bawah tanah.
Sedalam itu terowongannya

Yang sedihnya yaitu hampir seluruh bayi yang lahir dalam terowongan ini (ya betul, sampai melahirkan dalam terowongan), tidak ada yang bertahan hidup.  Karena mereka benar-benar tidak boleh bersuara, sehingga kalau ada suara tangis pun harus ditutupi. Salah satu quotenya yaitu: kalau anak hilang, masih bisa ada yang baru. Tetapi kalau Vietnam hilang, maka hilanglah semua.

Untuk menemukan jawaban lebih jelas tentang kisah peperangan yang terjadi di Vietnam, setelah dari Cu Chi Tunnel yang kira-kira 1 jam perjalanan dari kota, kami pergi ke War Museum yang berlokasi di tengah kota. Di museum ini, dijelaskan tentang perjalanan perang di Vietnam. Tapi sayangnya, kisah background perangnya kurang gamblang. Jadi gw sebagai orang yang kurang mengerti sejarahnya, jadi agak menerka-nerka, siapa lawan siapa, siapa di-backing siapa. So, before you go to Cu Chi and this museum, I recommend you to read about Vietnam History before.

Yang lucu sebenarnya, di War Museum, pas di depan ticket booth, ternyata ada Tika Panggabean ma salah satu personil Project Pop. Masalahnya adalahhhh.. Gw gak inget namanya siapa...

Jadi sementara teman gw beli tiket, gw dengan keahlian gw yaitu Obvious Face (lawannya Poker Face, alias ekspresi muka menggambarkan jelas ekspresi hati), sibuk ngelihatin Mas2 Project Pop. Si Mas-mas ngeliat gw juga.

Gw       : (sambil megang kamera dalam tas, ma mikir minta foto apa enggak, foto nggak)
Mas Project Pop (PP): Ngeliatin gw ngeliatin dia
Gw        : (still thinking)
Mas PP : (kayaknya kesian akhirnya nanya duluan) Orang Indonesia juga mbak?
Gw        : Iyaaa...
Mas PP : Berapa lama disini?
Gw        : Masih lama, mas. Mau ke Kamboja ma Thailand dulu (siapa gw, manggil-manggil mas)
Mas PP : Ooo keren.. keren..
Gw        : Mau kemana aja disini, mas?
Mas PP  : Ada acara nikahan
Gw         : Oooo
Mas PP  : Okee duluan masuk yaa
Gw         : Oiya mas (sambil tangan tetap dalam tas megang kamera, hahahha)
Akhirnya mas itu pergi, dan gw tetap ga inget namanya siapaaaaa..

Setelah googling, ternyata Mas PP adalah Udjo... Maaf yaaa Mas Udjooo, saya malah lebih hafal anggota Super Junior daripada Project Popppp.
Ini dia tersangkanya. Tapi, ternyata aslinya lebih putih, ganteng, dan tinggi lho!

Balik lagi ke topik War Museum. Disini selain membahas sejarah, juga diperlihatkan korban-korban dari perang Vietnam. Bagian yang paling sedih terutama Gallery berisi foto-foto korban Agent Orange. Jadi Agent Orange itu adalah sebutan untuk herbisida yang disebar ke Vietnam oleh USA untuk menghancurkan produksi bahan pangan dan pepohonan yang dijadikan sebagai tempat bersembunyi. Dampaknya membuat tumbuh-tumbuhan mati, hewan-hewan mati, dan ternyata sangat berbahaya bagi tubuh manusia, menyebabkan kanker, cacat tubuh, dan berbagai penyakit. Bahkan sampai ke keturunannya.
Penyebaran Agent Oranye

Dari sini, gw merasa bersyukur sebenarnya, bahwa ternyata proses kemerdekaan di Indonesia, walau berliku-liku, namun tidak perlu melalui perang-perang besar seperti ini, yang memakan korban sangat banyak dan mengorbankan banyak jiwa. I don't know yet why our country, with this large area, various kind of tribes, different ideologies and many kind of interests, but could be united into one Indonesia, without this kind of journey. Yes of course there were a lot of turbulation. But still, astonishing really. And Vietnam, they really through a hard journey to become they are now. In that way, we are, Indonesian, and also Vietnamese, should be gratefull to all the freedom that we have today.
 
Kembali ke kisah perjalanan, dari War Museum, kami pergi ke Reunification Palace. Alkisah ini adalah rumah dan tempat kerja Presiden Vietnam Selatan selama Perang Vietnam dan tempat penyerahan kekuasaan resmi selama Kejatuhan Saigon pada tanggal 30 April 1975 (Info from here). Anyway, setelah dari istana ini, karena udah geurah banget, akhirnya kami balik ke hotel dulu buat ngadem.

Malam-malam kami jalan-jalan di terusan jalan dekat hotel, yang ternyata daerah Backpack, yaitu di Pham Ngu Lao. Berhubung udah geje jalan daerah situ, akhirnya kami naik taksi ke City Hall.

Patung Uncle Ho di depan City Hall

Ternyata daerah City Hall ruameee banget, kayak Monas kalau malam minggu.
Lapangan depan Patung Uncle Ho

Karena penasaran ma patung Uncle Ho, setelah gw gooling-gooling, ternyata Uncle Ho itu nama lengkapnya yaitu Ho Chi Minh. Oalah, ternyata nama Ho Chi Minh itu dari nama beliau. Uncle Ho ini adalah Presiden pertama Vietnam yaitu dari tahun 1951-1969. Beliau adalah Founding Father Vietnam, seperti George Washington atau Soekarno-nya Vietnam.

Doeng banget kan gw, ke Ho Chi Minh, tapi gak tahu kalau ternyata itu nama pendiri negaranya. Udah kayak ke Washington DC, tapi gak tahu kalau itu dari nama George Washington.

Day 3
Hari terakhir kami pergi ke Benh Tanh Market lagi, mumpung masih ada waktu sebelum naik Bus ke Phnom Penh. Catatan untuk para shoppers: di Benh Tanh ini mahal bangeeeettt.. Lebay deh harganyaaa.. Susah juga nawarnya. Kalau ada yang mau lanjut dari Vietnam ke Kamboja, mending belanja di Kamboja. Atau yaaa beli yang khas aja.. Tapi jangan lupa dipertimbangkan kalau di Kamboja, segalanya pakai USD. So, depends on the rate juga.

Anyway, di Benh Tanh Market, gw dikira orang Malaysia terus. "Tengok kakak.. Tengok dulu kakak" panggil para penjual ke gw. "Bisa pakai ringgit kakakkkk, siniii" kata mereka.. Yeee.. Kagak punya ringgit keleus gw..

Beres dari Benh Tanh, main-main di taman dulu bentar, sambil fitness dulu ma warga setempat.
Fitness biar tetap cihuy
Siangnya kami balik ke Hotel, Check Out,  naik taksi ke pangkalan Cat Mekong Express Bus di Pham Ngu Lao, dan cuss pergi ke Phnom Penh. 
Kira-kira, begitulah kisah singkat perjalanan di HCMC. Untuk tulisan selanjutnya, akan berisi perjalanan gw di Kamboja (gaya).

Tentang Ho Chi Minh City:
  • Transportasi agak susah, jadi dikit-dikit harus jalan kaki atau naik taksi
  • Makanan Vietnam ada daun entah apa, yang wangi-wangi di dalamnya. Dan gw gak sukaaaa.. Tapi apa daya, udah kayak daun bawang gitu, ada dimana-mana.
  • Untuk Cu Chi Tunnel Tour, bookingnya dari sini.
  • Sebenarnya masih ada 1 tempat lagi yang pengen dikunjungi yaitu Mekong Delta.. Yahhh next time deh kalau ke Ho chi minh lagi
  • Pengen tahu juga konlik di Perang Vietnam dulu, tapi gw harus baca-baca dulu. Nanti gw bahas lagi kl udah lebih ngerti. 
Kalau ada yang mau itinerary-nya, bisa didownload disini. Tabik!
Share
Tweet
Pin
Share
37 comments

Alkisah, baru kemarin banget gw balik abis dari jalan-jalan ke Vietnam (Ho chi minh city), Kamboja (Phnom Penh dan Siem Reap), dan Thailand (Bangkok). Mumpung masih on-fire dan segar di ingatan, gw tulis aja disini lika-liku perjalanannya. 

Awal kisah ini bermula di bulan April 2015, berawal dari perbincangan antara gw dengan temen gw, Desty (she is called by Tongky). Ceritanya Tongky pengen solo travelling dengan pilihan tempat antara lain: Jepang atau negara Asean lainnya. Karena temen gw ini belum pernah ke Bangkok, maka gw saranin, buat pergi ke Bangkok aja, sekalian ke Vietnam dan Kamboja. Nanti gw ikut dari awal, tapi pas di Bangkok balik duluan. Akhirnya deal deh kita.

Hasil nanya-nanya sama teman yang habis berangkat kesana, mereka muter-muter Asean pakai AirAsia Asean Pass, jadi sistemnya itu kita beli 10 atau 20 point AirAsia Asean Pass di Airasia, nanti di-redeem dengan tiket, tinggal nambah aiport tax dan pajak lainnya saja. So, kita berdua akhirnya ikut pakai Air Asian Pass. Untuk halaman resmi dari AirAsean dapat dibaca disini, dan review dari blog lain dapat dibaca disini.

Untuk kisah perjalanan ini, akan gw bagi menjadi 3 bagian:
1. Jalan-jalan ke Ho Chi Minh City

2. Jalan-jalan ke Kamboja: Part 1 dan Part 2
dan...
3. Jalan-jalan ke Bangkok

Karena persiapannya panjang dan lama bangett. So, It will be wasted if I am not sharing it to anyone. Selain itu, selama pesan hotel, nentuin tempat-tempat yang bakal didatangi dkk, gw juga dibantu dengan berbagai macam review dari blog lain. So, hopefully this posts can be useful too for anyone that interested to go there. Let's go travel (and shopping and eating, hehehe)!

Last but not least, all posts will be filled with my photos, so be ready! Hohohohoho

Kalau ada yang mau itinerary-nya, bisa didownload disini. Tabik!
Share
Tweet
Pin
Share
2 comments
Older Posts

About me


About Naila
Halo, saya Naila Fithria, penulis blog ini.
Tukang jalan-jalan dan tukang galau juga:)
Anyway, selamat datang dan selamat membaca blog ini. Tabik!

The other me

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter

Through the years

  • ▼  2020 (1)
    • ▼  February (1)
      • A Week in Istanbul
  • ►  2017 (9)
    • ►  October (2)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
    • ►  January (3)
  • ►  2016 (4)
    • ►  May (2)
    • ►  April (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2015 (13)
    • ►  September (5)
    • ►  August (1)
    • ►  July (3)
    • ►  May (1)
    • ►  March (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2014 (7)
    • ►  June (2)
    • ►  May (5)
  • ►  2013 (2)
    • ►  November (2)
  • ►  2012 (3)
    • ►  December (1)
    • ►  July (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2011 (3)
    • ►  August (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2010 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  July (4)
    • ►  May (5)
    • ►  April (2)
    • ►  February (3)
  • ►  2009 (20)
    • ►  December (4)
    • ►  September (1)
    • ►  August (5)
    • ►  July (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (6)
    • ►  January (1)
  • ►  2008 (17)
    • ►  December (2)
    • ►  November (1)
    • ►  September (3)
    • ►  August (2)
    • ►  July (4)
    • ►  May (2)
    • ►  March (3)
  • ►  2007 (6)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)

Naila's Timeline

Loading...

Created by BeautyTemplates| Distributed By Gooyaabi Templates