Jagoan Nusantara: Perang Melawan Superheroes!!

by - April 29, 2016

Alkisah, melihat perkembangan jagat persilatan akhir-akhir ini, berkumpulah Jagoan Nusantara di Padepokan Jagoan Hebat.


Gatot Kaca: Teman-teman seperjuangan. Apa kalian sudah dengar, kehebohan akhir-akhir ini?

Khayalak ramai: Beeeeeeeelummmmmm


Gatot Kaca versus Iron Man: Whose side are you on?
(gambar Gatot Kaca dari sini dan Iron Man dari sini)

Gatot Kaca: Wahai teman sekalian, handai taulan, rekan sejabat, akhir-akhir ini di dunia sedang ramai-ramainya film Superheroes. Pertama, Superman versus Batman. Kedua, Captain Amerika: Civil War, yang isinya Captain America versus Ironman.. SEMUA anak muda di Indonesia asik menonton mereka semua. Dan… Mereka… Anak-anak muda itu.. Sudah melupakan kitaaaaa!!! Padahal kitalah jagoan nusantara, tapi mengapa mereka sudah tidak ada yang bangga lagi dengan kitaaa?

Kabayan: Emang kenapa kang? Saya sih senang-senang saja.

Gatot Kaca: Ya gak gitu dong, gelar Jagoan kita mau dikemanakan, yan?? Eh bentar, Kabayan, kamu kenapa bisa ada disini? Emang kamu termasuk dalam perkumpulan Jagoan Nusantara?

Si Kabayan: (sambil duduk selondoran, ngorek2 kuping pakai batang rumput) Atuh akang teh kumahaa.. Kan saya teh jagoan juga.  Jagooooo…. Merebut hati si iteunnnnggg..

Khalayak ramai: Errrrrr….

Gatot Kaca: (tepok jidat) Ya baiklah, tidak apa-apa, kita butuh kekuatan pejuang cinta juga disini.

Bandung Bondowoso: (dengan suara bariton) YANG MANA ITU SUPERMEN, BETMEN, PERMEN, ATAU KEPTEN EMERIKA ITU, MAS? YANG MANAAA?? Sini saya panggil bala bantuan tentara jin buat menghantam mereka dalam satu malam! Jangankan satu atau dua orang, seribu orang bisa saya tumpas sebelum matahari terbit!!

Hanoman: Tenang, Gatot, Bandung.. Tidak usah emosi…

Khalayak ramai: (terkaget-kaget lihat ada sesepuh tiba-tiba muncul di antara mereka)

Hanoman: Superhero-superhero itu kan berjasa di tempat mereka. Nah, kita juga bisa tetap berjasa kok di Indonesia. Kita lihat masalah yang ada apa saja, kita coba benahi satu persatu. Perlahan-lahan saja, tidak usah kilat dalam satu malam. Nanti kayak kamu lagi, Ndung, sudah bikin perahu dalam semalam, malah ditendang akhirnya, sayang kan.

Bandung Bondowoso: (masih dengan suara bariton) BUKAN, PAKDE NOMAANNN! Itu bukan saya! Itu sih si Sangkuriang, buat merebut hati Dayang Sumbi.

Hanoman: Oh iyaaa.. Bukan kamu yaaaa.. Soalnya kalian sama-sama diminta wanita cantik buat membangun sesuatu dalam semalam, terus gagal. Saya jadi suka ketukar-tukar deh. Hehe, maaf ya.. Maklum sudah berumur.

Bandung Bondowoso: (hanya bisa bersungut-sungut)

Gatot Kaca: Gimana ya Pakde Noman, saya merasa sudah tidak dibutuhkan lagi sekarang.. Buat apa orang yang bisa terbang wara-wiri seperti saya ini di jaman seperti ini? (Gatot Kaca tertunduk lesu)

Si Pitung: Iya betul Pakde. Saya juga bingung, mau ngapain, terus mau lawan siapa? Kumpeni saja sudah tidak ada. Kekuatan saya buat apa dunk?

Hanoman: Ya kita coba lihat masalah yang ada. Panji, kamu kan jagoan terkini. Coba laporkan situasi teranyar jagat nusantara.

Panji Manusia Milenium: Siap Pakde Noman. Bentar saya ambil dulu datanya ada di disket saya.

Gatot Kaca: Diskeeet?? Kamu kira sekarang tahun 2000, Njiii? Piye thooo? Orang udah pada pakai penyimpanan online, kamu masih pakai disket.

Panji Manusia Milenium: (berkaca-kaca) Kan.. Saya bertugas tahun 2000 Mas. Ini komputer saya saja masih pakai Microsoft 98..

Manusia Harimau: Tenang Gatot. Saya ada datanya. Panji kalau kamu mau belajar teknologi terkini, saya siap bantu.

Khalayak ramai: (heran, bisik-bisik. Manusia harimau kok jadi jago komputer?)

Manusia Harimau: (ngelap-ngelap kacamata dengan cakarnya) Yaa jaman sudah berubah, jadi saya mengikuti perkembangan jaman juga, hehe.

Hanoman: OK. Apa update terakhir, Har?

Manusia Harimau: Ini Pakde, 3 besar masalah di jagat Indonesia antara lain (1) Korupsi, (2) Infrastruktur Tidak Rata, dan (3) Kemacetan.

Hanoman: (Angguk-angguk kepala) Ya.. Ya.. Betul… Oke, kalian para pendekar, saya mau dengar bagaimana kalian dapat berjuang dalam menghadapi masalah ini?

Si Pitung: Kalau korupsi, saya akan coba cek satu per satu. Saya paling tidak suka melihat ada orang yang menggunakan kekuasaannya untuk hal yang tidak benar. Dengan kekuatan menghilang dari pandangan mata, saya bisa lihat mana yang diam-diam korupsi, saya coba kompulir datanya agar dapat dihukum dengan undang-undang berlaku.

Gatot Kaca: Kalau masalah macet, saya bisa terbang dan cek penyebabnya apa Pakde. Nanti dari situ, bisa dicek bagaimana membereskannya. Malah saya juga bisa cek, kalau ada masalah banjir, gunung meletus, gempa, dan lainnya.

Bandung Bondowoso: Kalau saya, saya bisa bantu pengerjaan proyek-proyek infratruktur. Balada Jin dari Asgard siap membantu. Mereka pernah bantu Captain America dan Ironman. Kita bisa belajar banyak juga dari Jin-jin itu.

Khalayak: (bisik-bisik "itu jinnya yang rambutnya panjang berkilau trs suka lempar2 palu itu ya?" "iya iya kayaknya")

Si Kabayan: Kalau saya, saya bantu Mas Bandung dengan balada cinta saja kalau begitu.

Bandung Bondowoso: (melirik tajam)

Si Kabayan: Eh iya, saya bantuin beneran Mas Bandung, jangan marah gituu.. Nanti saya panggil Kang Rian, kan dia jago tuh bikin perahu dan sebagainya. Bisa bantu bikinin kapal kan tuhh..

Bandung Bondowoso: Rian siapa?

Si Kabayan: Ituuu yang tadi dibahasss, Kang SangkuRiang.

Khalayak ramai: Oooooooo…

Hanoman: Bagusss.. Hari dan Panji, kalian jaga markas ya, keep track semua pergerakan teman-teman kalian ini. Kalian yang bertugas analisis. Sekarang bukan hanya otot yang diperlukan, tapi otak juga.

Manusia Harimau dan Panji: Siap Komandan!

Wiro Sableng: (mendadak muncul) Terus sama superhero-superhero itu gimana Pakde? Kita lawankah mereka? Kayaknya kapak saya ini bisa kok nembus tamengnya Captain America, kik kik kik kik kik.. (ketawa-ketawa sableng sambil ngusap-ngusap ujung kapak)

Hanoman: Kenapa harus dilawan, Wiro? Kan kita sesama jagoan toh niatnya baik. Tidak usah bermusuhan. Jangan lupa, sekarang sudah masuk era Masyarakat Ekonomi Asia lho. Kita harus terbiasa bekerjasama dengan Jagoan dari luar. (tiba-tiba terpikir sesuatu) Aha! Nanti saya panggil teman saya, si Kera Sakti. Dulu dia dan teman-temannya sibuk mencari kitab suci ke Barat. Terus sampailah mereka ke tanah kelahiran saya.. Ternyata Kera Sakti itu pendekar di dataran Cina sana. Nanti saya panggil dia buat cerita-cerita pengalamannya disini…

Panji Manusia Milenium: Pakde, emang kera sakti cari kitabnya sampai ke Indonesia?

Hanoman: Walah Panji.. Negeri Baratnya bukan Indonesia, tapi India. Gini-gini tanah kelahiran saya India lho!

Khalayak ramai: (tidak percaya) (bisik-bisik tidak percaya) ( “Kok ga mirip ma Shaheer Sheikh?” “Ngarep jadi Shahrukh Khan kali tuh”)

Hanoman: Ah kalian ini, kisah Ramayana itu asalnya darimana hayoo? (semua terdiam) Dariiiiiii.... Indiaaaa..

Khalayak ramai: (angguk-angguk kaget)

Hanoman: Hahahaha (tertawa bijak). Pada intinya, para pendekar sekalian, lakukan yang terbaik  dengan tugas kalian. Saya yakin kalian tetap menjadi Jagoan terhebat nusantara. Menjadi jagoan itu bukan masalah eksis di mata orang lain, tetapi bagaimana tetap berjalan di jalan yang benar, walau semua orang berjalan ke arah yang berlawanan.

Khalayak ramai: (anguk-angguk setuju)

Si Kabayan: Pakdee,, temennya yang dipanggil yang cantik dunk. Siluman ular putih gituuu.. Atau Srikandi.. Kita-kita kan mau kenalan juga..

Khalayak ramai: (menatap tajam ke Kabayan)

Si Kabayan: Eh iya, enggak.. Enggak.. Saya masih setia kok ma Iteung.

Hanoman: Dasar Kabayan, oke saya tampung idenya. Baik kalau gitu, semua sudah siap??

Semua pendekar: SIAAAAPP!!

Hanoman: Saya percaya pada kalian, selamat bertugas. Dalam hitungan ketiga, 1.. 2.. 3… Melesaaaaat!!



(Cerpen tengah malam. Mendadak serius gitu isinya dari pertengahan hahahaha. Ntar ah diedit-edit lagi)

You May Also Like

3 comments

  1. manstabs ini..
    kapan diputar di layar lebarnya?

    ReplyDelete
  2. Hehehe, nanti kayaknya kalau udah lengkap petualangan tiap jagoan

    ReplyDelete