Sebelum cerita tentang Amsterdam dan Den Haague. Pertama, gw akan cerita dulu perjalanan sampai mendarat di negeri Belanda tercinta.

Penerbangan gw untuk pergi dari Jakarta ke KL yaitu Malindo Air pada pukul 13.10. Supaya tidak terkena macet dan bisa check-in dengan leluasa, maka dari pagi gw sudah nongkrong di Bandara Soekarno-Hatta.

Penerbangannya sedang bersahabat pada hari itu, lancar dan tanpa delay. Di KL, karena ganti naik Turkish Airline, jadi gw harus keluar imigrasi dahulu, mengambil bagasi, dan balik check-in lagi, drop bagasi, dan kembali masuk imigrasi.

Akan tetapi, ketika sampai di KL, gw perlu waktu 2,5 jam untuk antri imigrasi keluar! Belum lagi harus kembali antri check-in dan imigrasi kembali untuk ke arah Belanda. Untung saja waktu transitnya 5 jam, kalau di bawah itu, sudah ketar-ketir kayaknya, takut ketinggalan penerbangan selanjutnya.

Dari KL, butuh waktu 12 jam untuk sampai di Istambul. Transit 2 jam, lalu lanjut lagi penerbangan ke Amsterdam selama 4 jam.

Dan.. Sampailah gw di benua Eropa.


Airport fashion 2016: baju gembel tapi nyaman, biar enak di pesawat belasan jam


Sampai di Schipol, dengan muka penuh lelah, gw mampir dulu ke stand Ako, untuk membeli 4 days transport ticket pass. Dengan tiket ini, gw bisa naik trem dan bus apapun selama di Amsterdam, tapi tiketnya tidak meliputi tiket untuk pergi ke Central Station. Beruntung tempat yang gw tuju bisa dijangkau dengan bus, jadi tidak perlubeli tiket kereta terpisah.

Dari bandara Schipol, gw naik bis ke rumah kenalan Tante gw di lupa namanya. Bertemu dengan sang pemilik rumah yang ramah dan baik hati, disuguhi makan siang. Setelah mandi dan beres-beres sebentar, jam 2 siang gw udah siap untuk melipir ke tengah kota.

Cuaca hari itu cukup cerah, gw kembali naik bus untuk pergi ke daerah tengah kota. Tujuan pertama ke Dam Square dan Central Station. Gw yang belum bermodalkan tongsis, akhirnya terpaksa minta diamblkan foto oleh sesama turis di tempat-tempat itu.

Sempat juga diajak ngobrol oleh orang Sudan, yang ternyata berakhir dengan ajakan makan malam (yang dengan cepat gw tolak dengan alasan “Teman gw sudah nunggu! Dadah” lari kabur). Naik canal cruise, ngintip-ngintip red light district mumpung masih sore, dan ketemu sama bapak-bapak Garuda lagi training, dan muter-muter ke Rembrandt Park dkk.

Akhirnya hari pertama berlalu dengan lancar. Disambut dengan gulai kepala kerbau di rumah, yang seumur-umur di Indonesia gw gak pernah makan (feel so much welcomed! More home than home!). Untungnya gak jetlag juga, jadi malam-malam langsung sukses tidur pulas. Zzzzz....
Hari kedua, sebelum mutar-mutar gw diajak dulu oleh keluarga tempat gw menginap untuk membli tongsi dan paket data. Agak khawatir kali mendengar cerita gw, muter-muter sendiri hari sebelumnya.
Hari kedua gw pergi ke Den Haague, dari Central Station. Sampai di DEN Haague, ternyata gw salah perhitungan, kalau ambil tiket one day trip, bisa mengunjungi Madurodam. Tpai gw malah beli ketengan, trip sendiri dan madurodam sendiri,jatuhnay lebih mahal.

Madurodam berisi miniature bangunan-bangunan pentiung di Eropa. Keluar dari sana, bermodalkan peta dari tourist center gw jalan kaki kelilingi kota itu. Kesan: hkotanya tidka terlalu besar, beneran bisa jalan kaki kemana-mana, tapi jauh lebih tenang dari Amsterdam. Balik ke Amsterdam, ketemu Bapak-Bapak yang ternyata dulu pernah kerjasama dengan PMI Salemba, bahkan suka banget ma salah satu masakan di warung UI salemba. Sampai di Amsterdam gw mampir dulu ke I am Amsterdam, dan kembali pulang.

Hari ketiga, hari terkahir di Amsterdam. PIlihannya antara pergi ke Zaansche Hans (tempat kincir angina) dan Vondemil (tempat foto dengan baju Belanda). Berhubung perginya sendiri banget ya, kayaknya kok agak geje kl foto pakai baju belanda itu sendirian, wkwkwkw. Akhirnay gw ke Zaanshe Hans.

Sampai disana, hujan saudara-saudaraa.. Bemrodalkan paying yang udah rusak, tetap gw gak mau jalah eksis, tetap jalan sampai ke kincir angina yang paling ujung di bawah guyuran hujan dangdut,
Balik-balik mampir ke toko keju, yang ternayat enaaakkk (to be noted: gw gak suka keju) apalagi yang truffleee, enaaakkk.. Jadi pengan ambil sampelnya terus menerus, hahaha.

Dari sana, gw melipir ke apartemen temannya teman kakak gw (see, modal nekat bangte, mana pernah di Indonesia, gw mampir-mampir rumah orang gak dikenal). Dapet makan gratis, maen-maen ma anak-anaknya (yang biasanya gak gampang nempel orang, tapi mau nempel ma gw… Dan gw dimuntahin 30 menit kemudian, wkwkwkw.. Nasib tante cantik (iya iya gak ada hubungannyaa)).
Akhirnya malam itu gw naik bus ke Berlin, 10 jam perjalanan. Bermodalkan keramahan orang Belanda dan cumi-cumi dari orang rumah.

Seperti yang sudah ditulis disini, pada part ini gw akan cerita cara membuat Visa Schengen.

Untuk trip ke Eropa ini, gw apply Visa Schengen ke Kedutaan Prancis, melalui agen yang mereka tunjuk langsung yaitu TLS Contact.

Tata caranya yaitu mendaftar di web TLS Contact, dimana pelamar Visa bisa menentukan waktu pertemuan di TLS Contact. Tidak lupa membawa semua berkas prasyarat Visa pada saat pertemuan. Semua berkas yang masuk ke TLS Contact, akan dikirim ke Keduataan Prancis, untuk menentukan apakah permintaan visa akan disetujui atau ditolak.

Sesuai dengan info dari sini, dokumen yang harus dilengkapi seperti di bawah ini (kolom "status" gw tambahkan sendiri, mana yang sudah siap, dan mana yang tidak perlu gw sediakan) :

No. Dokumen Deskripsi
Status
1.               
Formulir permohonan Schengen, asli
Download / Simpan di komputer
Diisi dengan lengkap, dengan tanggal dan ditandatangani oleh pemohon di kedua kolom tanda tangan (kolom 37 DAN kolom tanda tangan dibagian bawah pernyataan dihalaman terakhir). Untuk anak-anak dibawah umur, kedua orang tua harus menandatangani formulir aplikasi visa.
OK
2.               
2 lembar foto yang sama dan baru

Ukuran 3.5cm x 4.5cm, foto berwarna dengan latar belakang putih, diambil dalam 6 bulan terakhir
OK
3.               
Tiket perjalanan pulang pergi dari Indonesia, fotokopi Konfirmasi pemesanan tiket pulang pergi dari Indonesia.
OK
4.               
Asuransi perjalanan, asli       
Asuransi perjalanan, fotokopi


Asuransi perjalanan dengan perlindungan minimal sebesar 30.000 Euro yang mencakup seluruh durasi perjalanan anda selama di area Schengen harus mencakup biaya pengobatan, perawatan rumah sakit darurat serta repatriasi untuk alasan medis.
Mengenai wilayah cakupan asuransi perjalanan Anda : harus mencantumkan Schengen, Worldwide atau Europe dan secara khusus salah satu dari ketiganya jika anda ingin mengajukan visa jangka pendek / berlaku di Perancis jika anda ingin mengajukan visa jangka panjang / berlaku di DROM/CTOM jika anda ingin pergi ke wilayah luar teritorial Perancis.
Silahkan buka daftar asuransi perjalanan yang diterima.
OK
5.               
Konfirmasi pemesanan tempat tinggal (hotel, apartemen), fotokopi Bukti konifrmasi pemesanan tempat tinggal untuk setiap malam selama di Negara Schengen.
OK
6.               

Buku tabungan pemohon, asli

Buku tabungan pemohon, fotokopi


 
Melampirkan referensi bank dan setiap lembar fotokopi tabungan di legalisir oleh pejabat bank yang berwenang untuk membuktikan kemampuan keuangan pemohon dalam menanggung biaya-biaya selama di Negara Schengen, dan untuk anak dibawah umur melampirkan fotokopi buku tabungan orang tua.
OK
7.               
Surat keterangan pensiun, asli
Surat sumpah pensiun, fotokopi
Surat sumpah pensiun, terjemahan
(Diperlukan jika bukan dalam bahasa Inggris atau Prancis)

Jika status pekerjaan pemohon adalah pensiun
Surat keterangan resmi yang menyatakan pensiun, nama dan alamat perusahaan terakhir, lamanya kerja yang terakhir, dan jumlah gaji yang terakhir, surat ini dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang.
TIDAK PERLU
8.               
Surat keterangan bekerja, asli
Surat keterangan bekerja, terjemahan
(Diperlukan jika bukan dalam bahasa Inggris atau Prancis)

Surat keterangan bekerja asli dari perusahaan yang menyatakan nama, jabatan, dan gaji pelamar visa, , alasan dan tanggal perjalanan dan siapa yang akan bertanggung jawab atas dukungan keuangan selama perjalanan. Dokumen ini harus tertera alamat, nomor telepon dan fax perusahaan, cap perusahaan, dan tanda tangan, nama dan jabatan orang yang mengeluarkan sertifikat tersebut
OK
9.               
Slip gaji 3 bulan terakhir, asli
Slip gaji 3 bulan terakhir, fotokopi
Slip gaji 3 bulan terakhir, terjemahan
(Diperlukan jika bukan dalam bahasa Inggris atau Prancis)

UBAH JADI BAHASA INGGRIS
10.           
SIUP Perusahaan, asli
SIUP Perusahaan, fotokopi
SIUP Perusahaan, terjemahan
(Diharuskan jika bukan dalam bahasa Inggris atau Perancis)
Ijin bisnis, kode oraganisasi atau sertifikat lembaga hukum, yang menyatakan nama pelamar, tujuan organisasi.
Atau sertifikat dengan fungsi yang sama. Tidak diperlukan untuk pekerja bebas

TIDAK BISA
11.           
Rekening bank perusahaan 3 bulan terakhir, fotokopi Di legalisir oleh pejabat bank berwenang
TIDAK BISA
12.           
Bukti penggantian nama pemohon atau orang tua pemohon, fotokopi
Bukti penggantian nama pemohon atau orang tua pemohon, terjemahan
Jika diperlukan, dalam bahasa Perancis atau Inggris

TIDAK PERLU
13.           
Surat keputusan perwalian anak oleh administrasi Indonesia (atau sertifikat wafat orang tua), fotokopi
Surat keputusan perwalian anak oleh administrasi Indonesia (atau sertifikat wafat orang tua), terjemahan
(Diwajibkan jika bukan dalam bahasa Inggris atau Prancis)
Untuk pemohon visa dibawah umur (dibawah 18 tahun)
Surat ini wajib dilampirkan jika salah satu orang tua diberikan wewenang mengijinkan salah satu orang tua mendampingi anak dalam perjalanan atau sertifikat wafat orang tua yang lain dengan terjemahan
TIDAK PERLU
14.           
Surat persetujuan orang tua,asli
Surat persetujuan orang tua, terjemahan
(Dalam bahasa Perancis atau Inggris)
Untuk pemohon visa dibawah umur (dibawah 18 tahun)
Surat persetujuan orang tua dengan informasi orang yang bertanggung jawab atas anaknya selama perjalanan.
Jika anak melakukan perjalanan sendiri atau dengan salah satu orang tua yang dikuasakan.
TIDAK PERLU
15.           
Surat keterangan sekolah, asli
Surat keterangan sekolah, fotokopi
Surat keterangan sekolah, terjemahan
(Diharuskan jika bukan dalam bahasa Inggris atau Perancis)
Untuk pemohon visa berstatus pelajar/mahasiswa
Surat keterangan ini dibuat untuk menginformasikan bahwa pemohon berstatus sebagai pelajar disekolah tersebut, dalam surat ini mencantumkan informasi nama pemohon, dan keterangan mengenai rencana perjalanan ke Negara Schengen, juga menginformasikan untuk pengajuan visa dikedutaan.
TIDAK PERLU
16.           
Akte kelahiran, asli
Akte kelahiran, fotokopi
Akte kelahiran, terjemahan
(Dalam bahasa Perancis atau Inggris)
Untuk pemohon visa dibawah umur (dibawah 18 tahun)

TIDAK PERLU
17.           
Kartu keluarga dan tempat tinggal yang terdaftar, fotokopi Fotokopi dari halaman yang berisi informasi tentang pemohon dan anggota keluarga.

OK
18.           
Ijin masuk yang berlaku sampai tanggal pulang pelamar, fotokopi Untuk orang asing yang tinggal di Indonesia
Cap ijin masuk dari imigrasi masih berlaku didalam paspor untuk kembali ke Indonesia.
TIDAK PERLU
19.           
Bukti tempat tinggal di Indonesia (visa non-imigran, kontrak kerja, dll), asli
Bukti tempat tinggal di Indonesia, fotokopi
Untuk orang asing yang tinggal di Indonesia
KITAS, KITAP
TIDAK PERLU
20.           
Paspor, asli
Paspor, fotokopi
(Fotokopi 2 lembar halaman paspor yang berisi data pribadi.)
Paspor pribadi nasional atau dokumen perjalanan yang resmi dengan tanggal berlaku lebih dari 3 bulan lewat dari tanggal berlaku visa yang diminta, dengan 2 halaman kosong untuk dimana visa stiker akan ditempel (tertera tulisan “Visa” )
OK
21.           
Paspor lama, asli
Paspor lama, fotokopi
(Fotokopi halaman semua paspor lama yang berisi data pribadi.)
Jika anda punya 1 atau lebih paspor lama, anda harus membawa paspor-paspor lama tersebut.

OK
 
Untuk apply Visa Perancis ini, beberapa hal yang gw persiapkan secara khusus yaitu:
1. Membeli asuransi perjalanan
Asuransi perjalanan gw beli secara online melalui di website AXA Mandiri.

2. Booking Hotel untuk Visa
Karena apply Visanya melalui kedutaan Prancis, maka gw membuat itinerary sementara, dimana jumlah hari di Perancis (Lyon dan Paris) paling banyak dibanding negara lainnya di Eropa. Setiap Hotel gw booking lewat Booking.com atau Agoda.com dengan Free Cancellation. Nah, itinerary yang gw buat untuk apply visa seperti ini:

Dasar ya gw nya tukang rempong, bikin itinerary kok gak yang simpel aja gitu. Misal. 5 hari di Belanda, 5 hari di Jerman, dan 9 hari di Prancis.

3. Konfirmasi Booking ke Setiap Hotel
Setelah beres urusan booking hotel, gw juga mengirim email ke tiap hotel untuk mendapat konfirmasi kalau pesanannya sudah tercatat di Hotel itu. Jadi itinerary di atas dan juga hasil konfirmasi dari tiap hotel gw lampirkan dalam dokumen apply visa. Terkadang dalam 1 kota gw booking lebih dari 1 hotel, karena hotel yang pertama tidak kunjung membalas email permintaan konfirmasi.
Beberapa hotel emang rencananya bakal gw inapi, tapi sebagian besar gw cancel setelah urusan Visa beres (maaf banget yaaa mbak mas hotel, sudah repot-repot meluangkan waktunya untuk membalas email gw).
Contoh email konfirmasinya seperti ini:

Subject: Request for Confirmation of Booking at Hotel A - Naila Fithria

Dear Hotel A,

My name is Naila Fithria and I already booked a room for X nights (DD-DD MM YYYY) in your hotel via xxxx.com, with booking number xxxxxx. Guest name is Naila Fithria.

Regarding that, would you inform me, is my booking already confirmed in your hotel? Because there will be random call from French Embassy to make sure that I will stay in your hotel on those dates.


Please confirm. Thank you for your kind attention.

4. Menyiapkan Slip Gaji dan Surat Keterangan Kerja
Untuk slip gaji kantor, jaga-jaga gw terjemahkan ke bahasa Inggris, padahal aslinya dalam bahasa Indonesia, hehehehe. Contoh surat keterangan kerja yang gw buat seperti ini:


Jakarta, MM DD, YYYY                                                                 No: xxxxxx



To:

French Embassy in Indonesia

Visa Section

Jl. MH. Thamrin no. 20

Jakarta Pusat 10350



Subject: Recommendation Letter for Visitor Visa Application



To whom it may concern,

Herewith to certify that:

Name                                    : Naila Fithria

Pasport Number               : xxxx

Date of Birth                       : MM QQ, YYYY

Address                                : xxxx

Salary                                    : Rp xxx per month

Is  a  permanent employee  of  [Company Name] since  MM DD, YYY as [Position Name] at [Division name] with employee number [Employee Number].



This letter was issued based on the employee request for the purpose of applying visa to visit European countries, including your country, from MM DD, YYYY until MM DD, YYYY. We herewith confirmed that all costs incurred during the employee’s trip to France or Europe will be borne by the employee herself and that the employee will continue working in our company after the completion of her trip.



We trust this information will be sufficient for your requirements. And it would be very appreciate if you could grant her the necessary visa at your earliest convenience.



Thank you very much for your kind attention and cooperation.



Yours sincerely,

[Company name]

[Division Name]







[Supervisor name]

[Supervisor Position]


5. Menyiapkan rekening bank
Salah satu syarat untuk apply visa adalah surat referensi bank. Untuk mendapatkannya, gw datang ke cabang bank tempat gw membuat tabungan (kebetulan dekat kantor) dan minta dibuatkan surat referensi. Kalau di Bank Mandiri, harganya sekitar Rp 50.000,-. Gw juga legalisir hasil fotokopi buku tabungan selama 3 bulan terakhir.

Semua berkas gw lengkapi. Untuk dokumen seperti Akte Lahir walau tidak wajib, tapi jaga-jaga tetap gw bawa. Semua berkas yang asli, seperti Kartu Kelurga, buku tabungan, KTP, dkk tetap gw bawa.

Ketika gw datang ke TLS Contact, prosedurnya yaitu:
1. Menyimpan semua barang di loker kecuali untuk apply Visa
2. Mengumpulkan berkas di loket (gw gak tahu apa karena itinerarynya sudah jelas atau gimana, tapi gw gak ditanya sama sekali)
3. Ke booth foto, dimana hasil fotonya yang akan terpampang di Visa yang menempel di paspor (so, jangan lupa dandan yang cakep dan cantik ya)
4. Ambil barang yang disimpan di loker
Terus sudah deh, tinggal menunggu kabar melalui email, apakah visanya sudha jadi atau belum. Waktu gw apply visa ini, Rabu pagi berkas gw masukin, Jumat siang udah dapat email kalau berkas sudah dikembalikan dari Kedutaan ke TLS Contact. Akhirnya Senin pagi gw ambil, dan voila! Visa disetujui.. Horeee!