Hari ini tiba-tiba gak sengaja gw baca berita tentang La Nya**a, salah satu tersangka korupsi yang kabur ke negara seberang, di salah satu website berita di Indonesia [1] (sengaja pakai bintang-bintang, in-case malah digugat gara-gara mencemarkan nama baik seseorang (yang  sudah tidak baik sih sebenarnya)).

Alkisah La Nya**a ini adalah salah satu mantan Ketua Umum Salah Satu Persatuan Olahraga Tersohor di Indonesia dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri salah satu propinsi di Jawa.

Dia tiga kali ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur [2]:
  1. Pertama, pada 16 Maret 2016, dia menjadi tersangka dalam kasus korupsi dana hibah Kamar Dagang dan Industri salah satu propinsi di Jawa untuk membeli saham perdana pada Bank Jatim tahun 2012 sebesar Rp 5,3 miliar. Status tersangka itu batal setelah dinyatakan tidak sah dalam putusan praperadilan yang dibacakan Hakim Tunggal Ferdi**ndus di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa, 12 April 2016.
  2. Belum sampai 12 jam dari putusan itu, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur kembali menetapkan La Nya**a sebagai tersangka korupsi pada kasus yang sama. 
  3. Terakhir, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur kembali menetapkan La Nya**a sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang dalam pengelolaan dana hibah dari pemerintah kepada Kadin Jatim tahun 2011 sampai 2014 yang mencapai Rp 48 miliar
(Note: Mengenai praperadilan ini, terimakasih banyak kepada salah satu petinggi K**olri, yang memperkenalkan salah satu metode How to Get Away from Accusation yaitu sidang Praperadilan!  Gw aja yang orang awam, yang sebelumnya tidak tahu, jadi tahu kalau dengan proses praperadilan, status tersangka bisa dibatalkan dan tuduhannya bisa dihapus :(

Efeknya sekarang metode ini jadi marak dilakukan oleh para tersangka untuk menghindari tuduhan. Such a good example from one of the leader in the justice constitution in this country :|  Kalau gitu, sekalian aja semua kriminal mengajukan praperadilan biar gak jadi tersangka! #maafjadiemosi)

Back to La Nya**a

Meski sudah tersangka, La Nya**a belum tertangkap hingga kini. Dia kabur ke Singapura beberapa saat sebelum surat cegah untuknya dikeluarkan Dirjen Imigrasi. Sempat mencoba kabur ke Macau, namun gagal karena langkahnya dibatasi Kejaksaan Agung dengan permohonan pencabutan paspor [3].

Nah, yang lucu menurut gw, ketika dinyatakan status tersangkanya batal, kenapa si orang ini tidak kembali ya? Emangnya dia tahu kalau 12 jam kemudian, bakal ditetapkan sebagai tersangka korupsi lagi? Kalau merasa gak bersalah, kenapa gak balik ke Indonesia? Ya gak?

Menurut Kuasa Hukumnya [4], dia tidak bisa balik karena rekeningnya diblokir dan paspornya dicabut. Ya lapor aja lah kalau begitu ke KBRI, emangnya KBRI gak bisa balikin orang yang gak ada paspornya? 

Anywayyy.. Info terbaru yaitu La Nya**a walau sudah jelas di Singapur tapi masih belum ketemu sampai sekarang. Diindikasikan dia mendapatkan pasokan uang dari sejumlah orang untuk bertahan hidup selama ini.

Dari situ, jiwa detektif dalam diri gw tergelitik, coba kita analisis kondisi dan situasi La Nya**a, dan meninjau gimana caranya untuk mencari nih orang:

Metode Pencarian Konservatif
Info terbaru dia menerima cash, which means: Kalau dia nginep di Hotel, bayarnya cash. Beli barang-barang dan makanan, pakai cash. Belanja, juga pakai cash. Jadi gak bakal ada transaksi dari kartu kredit atau debit.

Gimana kalau lacak dari handphone? Handphone pasti udah ganti, SIM Card juga paling sudah dibuang.

Cek pembelian SIM Card di Singapur, kan biasanya butuh paspor? Di Singapur memang rada susah sih kalau beli nomor sendiri. Tapi, heyyy.. Udah 2016!! Communication through internet is so much easier. Jadi bisa saja dia dibawakan SIM Card dari Indonesia, dan tinggal pasang Whatsapp pakai nomor itu. Voila, nomor lama tidak usah dipakai lagi, komunikasi tinggal pakai Whatsapp dkk (encrypted pula datanya kalau lewat WA), internet bisa pakai Wifi atau paket data. Komunikasi lain juga bisa pakai email, tinggal bikin alamat email baru.

Sadap orang terdekat? Bisa sih.. Tapi kayaknya kalau kontak orang terdekat pasti too dangerous for him. Pasti was was kalau bakal disadap, jadi kemungkinan kirim pesan lewat kurir (btw, kurir ini bukan berarti harus kurir beneran ya, bisa saja temennya yang bolak balik ke Singapur buat jengukin).

Nunggu masa berlaku masa tinggal di Singapur habis? Kalau dia sembunyi terus, selama gak ketahuan kan aman.

Kan ada Interpol Singapur yang bisa bantu cari. Hmmm, ya namanya juga kriminal dari negara lain. Jika mereka berkenan, ya bisa sih mereka bantu carikan, namun pastinya bukan jadi prioritas pertama kan?

Membuntuti relatifnya? Bisa aja sih, tapi cuma pihak berwenang yang boleh.

Mentok? Nah ini dia waktunya mencari plus menangkap La Nya**a lewat dunia digital!

Metode Pencarian di Era Digital
Sebenarnya di era digital ini, dimana segalanya diiklankan lewat Digital Advertising. Why not diiklankan juga secara digital untuk penangkapan La Nyalla?

Kalau lewat video kira-kira alurnya seperti ini:
(Video rolling)
Caption:  
SGD 4.8 million (nilai korupsinya La Nya**a, sebenarnya gak full yang dikorupsi sebesar ini sih. Tapi dana yang jadi dasar korupsi sebesar ini)

That means..
Life Insurance for 1 million people for a year (tampilin ilustrasi)
Cancer treatment cost for 500.000 people (tampilin ilustrasi)
200 house for free (tampilin ilustrasi)
And also education cost for your children for a lifetime (tampilin ilustrasi)
And it's all corrupted by this man
LA NYA**A (tampilin gambarnya)

This man, he corrupted all this money from Indonesia
And now, he is in your country!
Help us to find him.
Get reward for SGD 100.000,-.
And save all the money for the greater goods. 
This is his real face (tampilin muka aslinya)
This could be his camouflages now
(Tampilin ilustasi:
  • muka La Nya**a kalau pakai kacamata gaul, kacamata hitam, atau kacamata jadul
  • muka La Nya**a kalau pakai wig
  • muka La Nya**a kalau pakai kumis dan jenggot
  • muka La Nya**a kalau alis dibotakin/alis nya ditipisin
  • muka La Nya**a kalau agak kurusan atau gemukan
  • muka La Nya**a dengan semua kemungkinan deh pokoknya)
La Nya**a
Wanted alive (kalau wanted dead, takutnya nanti malah ada yang beneran nge....)
Contact us on (nomor hotline atau twitter)
---------------------------------------------------end------------------------------------------------------------

Nilai life insurance dkk di atas itu perkiraan asal saja dari gw. Intinya, dengan uang sebanyak itu yang dia korupsi itu sebenarnya bisa buat menyelamatkan beribu nyawa, membangun berbagai infrastruktur, atau mensubsidi berbagai macam biaya. But it's all, selfishly, taken by this man.

Nah video ini dijadikan iklan di Youtube, Facebook ads, Google ads, Twitter ads, Instagram, atau Ads di telepon seluler. Bisa pula gambar gif nya yang diiklankan. Jadi orang yang di MRT yang lagi nonton youtube bisa lihat beritanya. Orang yang asik lagi fb-an bisa lihat beritanya. Para pecinta Twitter dan Instagram, juga lihat beritanya. Dan La Nya**a yang lagi asik makan di hotel, juga bakal tersedak pas lihat beritanya.

Reaksi yang mungkin terjadi setelah lihat iklan itu:
  1. Orang Singapur penasaran pas lihat iklannya, dan jadi pengen nangkap. Akhirnya ada yang melaporkan dan La Nya**a berhasil ditemukan
  2. Orang Singapur kesel kenapa ads seperti ini masuk platform digital sembarangan, tapi karena pada protes, berita malah makin ramai. Dan La Nya**a malah jadi bahasan disana, dan dia makin ketakutan, terpojok, dan mau gak mau melaporkan diri
Pro:
  1. Dengan adanya iklan seperti ini memberi efek jera dan malu, dan takut kepada pelaku dan calon pelaku juga sehingga tidak jadi berbuat macam-macam.
  2. Membantu pihak berwenang untuk menemukan tersangka.
Kons:
  1. Menciptakan ekosistem bounty hunter lagi. Jadi bisa saja metode ini digunakan segelintir orang yang sengaja mengejar para pelaku kriminal demi mendapatkan uang.
  2. Dalam hal La Nya**a tidak bersalah, maka dapat menggiring opini publik bahwa dia sudah benar-benar bersalah.
Anyway, that's just some silly and crazy idea from me in the middle of the night. Metodenya jadul (alur videonya juga norak sih hehe) tapi yang beda yaitu perantara penyampaiannya, lewat platform dunia digital saat ini.

Gemes soalnya gw baca beritanya, tapi berhubung gw gak punya kemampuan melacak beneran,  so why not we make it viral?

Di lain sisi, kalau hal ini beneran diterapkan, maka dapat membuktikan kalau Indonesia serius dan berusaha keras melawan korupsi, mencari pelaku-pelakunya, dan siap mengganjar pelakunya dengan hukuman setimpal. Gak lucu kan kalau orang sudah mencuri segitu besarnya malah didiamkan saja.

So, katakan tidak untuk korupsi! (tagline bagus dengan implementasi yang buruk dari beberapa pengucapnya) Hopefully, we will not be a corrupter.

Jadi ceritanya jatah cuti kantor gw tahun lalu masih ada sisa 3 dan bisa dipakai maksimal sampai akhir Maret tahun ini. Saking udah gatalnya pengen jalan-jalan, akhirnya gw beli tiket PP Jakarta-Jogja buat 4 hari di akhir Maret 2016 sekalian ngehabisin jatah cuti.

Nah asalnya gw pengen pergi sendiri, sambil semedi ngerjain tesis.. Makanya, setelah beli tiket pesawat, gw langsung pesan penginapan lewat airbnb.com. Tapi niat tinggal niat, pas ngasih tahu ke teman-teman kalau gw udah beli tiket pesawat, yang lain juga jadi ikut pergi pada tanggal yang sama.

So, perjalanan semedi ini, malah berubah jadi ngetrip, bareng Bunz (nama aslinya Irvan), Xora (ini nama beneran), dan Niki (kalau ini nama pada umumnya). Dan malah gw tinggal duduk manis jalan-jalan ngikutin itinerary yang udah dibuat oleh Bunz, hihihi.  Makasih ya Bunzzz..

So, di Jogja bisa kemana aja? Ini dia listnya..

Jalan-jalan Dalam Kota Jogja
De Mata Museum.
Di museum yang berlokasi di XT Square XT SQUARE Jl. Veteran Pandeyan Jogja ini, kita bisa foto-foto dengan latar yang macam-macam jadi nampak nyata. Hmmm, yaa ga segitu nyatanya sih.
Yak posenya norak banget ya, hahahaha

Manjat gunung tapi gak sampai-sampai ke puncak

Taman Pelangi
Taman pelangi ini isinya penuh dengan lampion. Cantik sekali. Tapi feeling gw, kayaknya ini lampionnya sumbangan dari Korea deh. Soalnya mirip banget stylenya dengan lampion yang di Cheonggyecheon river di Seoul.

Lampion berbentuk Presiden-presiden RI di dalam Taman Lampion


Yang bikin gw curiga lagi kalau lampionnya sumbangan dari Korea yaitu kenapa ada lampion Gangnam Style ya? (ada Yoo Jaesuknya itu)


Terus ada lampion tulisan Korea besar-besar pula (heran)

Jalan Jalan Sekitar Jogja
Air Terjun Sri Gethuk
Air terjun ini terletak di Desa Wisata Bleberan, daerah Gunung Kidul. Untuk ke air terjun ini, naik rakit dulu dari daerah pemancingan, menyusuri Sungai Oya. Rakitnya besar kok, bukan ala-ala di film Cina gitu, hehehehe.

Kali Suci
Berhubung takutnya Goa Pindul ramai, akhirnya kami mencoba Cave Tubing di Kali Suci. Obyek wisata ini bisa ditempuh sekitar 1 – 1,5 jam dari Yogyakartake daerah Wonosari jika dengan mobil sendiri.


Berhubung datangnya di musim hujan, jadinya airnya cokelat gitu deh. Kalau pas musim kemarau, airnya hijau dan fotonya bisa lebih baguuss..

Pantai Kukup
Hanya 2 jam dari Kali Suci, ternyata tersembunyi pantai yang indah, di daerah selatan. Pas sampai sini, gw sampai bengong, ini lagi di Jogja apa Lombok ya. Pantainya miriiippp. Gak kalah bagus malah. Ombaknya kencang sih, tapi beneran segar banget rasanya lihat pemandangan sebagus itu.


Pantai Krakal
Hanya 15 menit dari Pantai Kukup, ternyata ada pantai lain lagi yang tidak kalah indah, yaitu Pantai Krakal. Di pantai itu terdapat beberapa Bukit untuk melihat pemandangan dari atas.
Dari atas suatu Bukit

Kali Biru
Kali biru ini tempat yang lagi eksis-eksisnya buat tempat foto. Kami baru sampai di tempat jam setengah 10 dan ternyata antrian sudah ditutup karena sudah mencapai 20an. Hari itu ditutup cepat karena ada jumatan. Jadi antrian baru dibuka lagi setelah Jumatan. Emmm.. Mending numpang foto di depannya aja deh. Hehehe.
Jadinya pose di depan pohon kayu saja

Harusnya sih seperti ini hihi

Lava Tour Merapi
Dengan menyewa jeep dari basecamp lava tour dekat Merapi, kita bisa merasakan jadi anak off road sesaat sambil menerjang lahar dan jalan-jalan bergejolak di sekitar Merapi. Waktu itu gw naiknya dari Toyota Land Cruiser Basecamp. Seru sih, apalagi pas lagi naik ke atas, terus kita semua pada berdiri di mobilnya. Hebohhh.

Jadi anak offroad sehari. Ada tambahan personil yaitu Yuris

Gak lupa foto ala Boyband depan Merapi (yang tertutup awan)


Transportasi
Untuk transportasi di Jogja, sebenarnya ada TransJogja. Tapi jumlah kami lumayan banyak, jadi kami milih rental atau pesan taksi lewat aplikasi Saytaxi. Kalau lagi jalan sendiri, bisa pesan ojek lewat Gojek.

Makanan
Untuk makan, kami pergi ke berbagai tempat, mulai dari Cafe Semesta, Tempo Gelato, House of Raminten, Jejamuran, Roemi, Legend Cafe, Narini Pizzaria, sampai ke Angkringan. Overall harga di Jogja jauh lebih murah dari Jakarta. Makan berenam (plus supir) dengan menu super lengkap di resto-resto saja paling hanya Rp 200rb.

Nyicipan Tempo Gelato di Prawirotaman

Restoran Jejamuran yang rasa jamurnya mirip banget ma rasa daging biasa

Penginapan
Untuk penginapan, bisa milih tinggal di:
  • Bed and Breakfast (BnB). BnBini konsepnya yaitu bagi pemilik rumah yang ada kamar kosong atau rumahnya memang tidak dipakai, bisa disewakan lewat airbnb.com.
 BnB yang gw tempatin, di daerah Minggiran



Udah kayak rumah biasa kann?
  • Homestay
Homestay yang Bunz, Niki, dan Xora tempatin (fotonya gak jelas banget dah hahaha)
  • Hotel-hotel Lucu di Prawirotaman
Hotel Greenhost di Prawirotaman (ga foto dalam kamarnya gimana)
 
Hotel Adhistana di Prawirotaman
  • Hotel Budget Tinggi, seperti Novotel dkk.
Lucunya kami semua menginap di tempat yang berbeda-beda. Jadinya bisa benchmark beberapa tempat. Kalau rekomendasi dari kami sih Hotel di Prawirotaman saja, harganya terjangkau dan tempatnya menarik.

Other Places
Selain tempat-tempat itu, sebenarnya masih ada beberapa tempat yang ingin kami kunjungi antara lain:
  • Museum Ullen Sentalu
  • Candi Ratu Boko
  • Sendratari Ramayana di Candi Prambanan
Tapi belum kesampean jadi kami simpan saja untuk trip selanjutnya.

Then.. Selamat jalan-jalan ke Jogja! :)
Alkisah, melihat perkembangan jagat persilatan akhir-akhir ini, berkumpulah Jagoan Nusantara di Padepokan Jagoan Hebat.


Gatot Kaca: Teman-teman seperjuangan. Apa kalian sudah dengar, kehebohan akhir-akhir ini?

Khayalak ramai: Beeeeeeeelummmmmm


Gatot Kaca versus Iron Man: Whose side are you on?
(gambar Gatot Kaca dari sini dan Iron Man dari sini)

Gatot Kaca: Wahai teman sekalian, handai taulan, rekan sejabat, akhir-akhir ini di dunia sedang ramai-ramainya film Superheroes. Pertama, Superman versus Batman. Kedua, Captain Amerika: Civil War, yang isinya Captain America versus Ironman.. SEMUA anak muda di Indonesia asik menonton mereka semua. Dan… Mereka… Anak-anak muda itu.. Sudah melupakan kitaaaaa!!! Padahal kitalah jagoan nusantara, tapi mengapa mereka sudah tidak ada yang bangga lagi dengan kitaaa?

Kabayan: Emang kenapa kang? Saya sih senang-senang saja.

Gatot Kaca: Ya gak gitu dong, gelar Jagoan kita mau dikemanakan, yan?? Eh bentar, Kabayan, kamu kenapa bisa ada disini? Emang kamu termasuk dalam perkumpulan Jagoan Nusantara?

Si Kabayan: (sambil duduk selondoran, ngorek2 kuping pakai batang rumput) Atuh akang teh kumahaa.. Kan saya teh jagoan juga.  Jagooooo…. Merebut hati si iteunnnnggg..

Khalayak ramai: Errrrrr….

Gatot Kaca: (tepok jidat) Ya baiklah, tidak apa-apa, kita butuh kekuatan pejuang cinta juga disini.

Bandung Bondowoso: (dengan suara bariton) YANG MANA ITU SUPERMEN, BETMEN, PERMEN, ATAU KEPTEN EMERIKA ITU, MAS? YANG MANAAA?? Sini saya panggil bala bantuan tentara jin buat menghantam mereka dalam satu malam! Jangankan satu atau dua orang, seribu orang bisa saya tumpas sebelum matahari terbit!!

Hanoman: Tenang, Gatot, Bandung.. Tidak usah emosi…

Khalayak ramai: (terkaget-kaget lihat ada sesepuh tiba-tiba muncul di antara mereka)

Hanoman: Superhero-superhero itu kan berjasa di tempat mereka. Nah, kita juga bisa tetap berjasa kok di Indonesia. Kita lihat masalah yang ada apa saja, kita coba benahi satu persatu. Perlahan-lahan saja, tidak usah kilat dalam satu malam. Nanti kayak kamu lagi, Ndung, sudah bikin perahu dalam semalam, malah ditendang akhirnya, sayang kan.

Bandung Bondowoso: (masih dengan suara bariton) BUKAN, PAKDE NOMAANNN! Itu bukan saya! Itu sih si Sangkuriang, buat merebut hati Dayang Sumbi.

Hanoman: Oh iyaaa.. Bukan kamu yaaaa.. Soalnya kalian sama-sama diminta wanita cantik buat membangun sesuatu dalam semalam, terus gagal. Saya jadi suka ketukar-tukar deh. Hehe, maaf ya.. Maklum sudah berumur.

Bandung Bondowoso: (hanya bisa bersungut-sungut)

Gatot Kaca: Gimana ya Pakde Noman, saya merasa sudah tidak dibutuhkan lagi sekarang.. Buat apa orang yang bisa terbang wara-wiri seperti saya ini di jaman seperti ini? (Gatot Kaca tertunduk lesu)

Si Pitung: Iya betul Pakde. Saya juga bingung, mau ngapain, terus mau lawan siapa? Kumpeni saja sudah tidak ada. Kekuatan saya buat apa dunk?

Hanoman: Ya kita coba lihat masalah yang ada. Panji, kamu kan jagoan terkini. Coba laporkan situasi teranyar jagat nusantara.

Panji Manusia Milenium: Siap Pakde Noman. Bentar saya ambil dulu datanya ada di disket saya.

Gatot Kaca: Diskeeet?? Kamu kira sekarang tahun 2000, Njiii? Piye thooo? Orang udah pada pakai penyimpanan online, kamu masih pakai disket.

Panji Manusia Milenium: (berkaca-kaca) Kan.. Saya bertugas tahun 2000 Mas. Ini komputer saya saja masih pakai Microsoft 98..

Manusia Harimau: Tenang Gatot. Saya ada datanya. Panji kalau kamu mau belajar teknologi terkini, saya siap bantu.

Khalayak ramai: (heran, bisik-bisik. Manusia harimau kok jadi jago komputer?)

Manusia Harimau: (ngelap-ngelap kacamata dengan cakarnya) Yaa jaman sudah berubah, jadi saya mengikuti perkembangan jaman juga, hehe.

Hanoman: OK. Apa update terakhir, Har?

Manusia Harimau: Ini Pakde, 3 besar masalah di jagat Indonesia antara lain (1) Korupsi, (2) Infrastruktur Tidak Rata, dan (3) Kemacetan.

Hanoman: (Angguk-angguk kepala) Ya.. Ya.. Betul… Oke, kalian para pendekar, saya mau dengar bagaimana kalian dapat berjuang dalam menghadapi masalah ini?

Si Pitung: Kalau korupsi, saya akan coba cek satu per satu. Saya paling tidak suka melihat ada orang yang menggunakan kekuasaannya untuk hal yang tidak benar. Dengan kekuatan menghilang dari pandangan mata, saya bisa lihat mana yang diam-diam korupsi, saya coba kompulir datanya agar dapat dihukum dengan undang-undang berlaku.

Gatot Kaca: Kalau masalah macet, saya bisa terbang dan cek penyebabnya apa Pakde. Nanti dari situ, bisa dicek bagaimana membereskannya. Malah saya juga bisa cek, kalau ada masalah banjir, gunung meletus, gempa, dan lainnya.

Bandung Bondowoso: Kalau saya, saya bisa bantu pengerjaan proyek-proyek infratruktur. Balada Jin dari Asgard siap membantu. Mereka pernah bantu Captain America dan Ironman. Kita bisa belajar banyak juga dari Jin-jin itu.

Khalayak: (bisik-bisik "itu jinnya yang rambutnya panjang berkilau trs suka lempar2 palu itu ya?" "iya iya kayaknya")

Si Kabayan: Kalau saya, saya bantu Mas Bandung dengan balada cinta saja kalau begitu.

Bandung Bondowoso: (melirik tajam)

Si Kabayan: Eh iya, saya bantuin beneran Mas Bandung, jangan marah gituu.. Nanti saya panggil Kang Rian, kan dia jago tuh bikin perahu dan sebagainya. Bisa bantu bikinin kapal kan tuhh..

Bandung Bondowoso: Rian siapa?

Si Kabayan: Ituuu yang tadi dibahasss, Kang SangkuRiang.

Khalayak ramai: Oooooooo…

Hanoman: Bagusss.. Hari dan Panji, kalian jaga markas ya, keep track semua pergerakan teman-teman kalian ini. Kalian yang bertugas analisis. Sekarang bukan hanya otot yang diperlukan, tapi otak juga.

Manusia Harimau dan Panji: Siap Komandan!

Wiro Sableng: (mendadak muncul) Terus sama superhero-superhero itu gimana Pakde? Kita lawankah mereka? Kayaknya kapak saya ini bisa kok nembus tamengnya Captain America, kik kik kik kik kik.. (ketawa-ketawa sableng sambil ngusap-ngusap ujung kapak)

Hanoman: Kenapa harus dilawan, Wiro? Kan kita sesama jagoan toh niatnya baik. Tidak usah bermusuhan. Jangan lupa, sekarang sudah masuk era Masyarakat Ekonomi Asia lho. Kita harus terbiasa bekerjasama dengan Jagoan dari luar. (tiba-tiba terpikir sesuatu) Aha! Nanti saya panggil teman saya, si Kera Sakti. Dulu dia dan teman-temannya sibuk mencari kitab suci ke Barat. Terus sampailah mereka ke tanah kelahiran saya.. Ternyata Kera Sakti itu pendekar di dataran Cina sana. Nanti saya panggil dia buat cerita-cerita pengalamannya disini…

Panji Manusia Milenium: Pakde, emang kera sakti cari kitabnya sampai ke Indonesia?

Hanoman: Walah Panji.. Negeri Baratnya bukan Indonesia, tapi India. Gini-gini tanah kelahiran saya India lho!

Khalayak ramai: (tidak percaya) (bisik-bisik tidak percaya) ( “Kok ga mirip ma Shaheer Sheikh?” “Ngarep jadi Shahrukh Khan kali tuh”)

Hanoman: Ah kalian ini, kisah Ramayana itu asalnya darimana hayoo? (semua terdiam) Dariiiiiii.... Indiaaaa..

Khalayak ramai: (angguk-angguk kaget)

Hanoman: Hahahaha (tertawa bijak). Pada intinya, para pendekar sekalian, lakukan yang terbaik  dengan tugas kalian. Saya yakin kalian tetap menjadi Jagoan terhebat nusantara. Menjadi jagoan itu bukan masalah eksis di mata orang lain, tetapi bagaimana tetap berjalan di jalan yang benar, walau semua orang berjalan ke arah yang berlawanan.

Khalayak ramai: (anguk-angguk setuju)

Si Kabayan: Pakdee,, temennya yang dipanggil yang cantik dunk. Siluman ular putih gituuu.. Atau Srikandi.. Kita-kita kan mau kenalan juga..

Khalayak ramai: (menatap tajam ke Kabayan)

Si Kabayan: Eh iya, enggak.. Enggak.. Saya masih setia kok ma Iteung.

Hanoman: Dasar Kabayan, oke saya tampung idenya. Baik kalau gitu, semua sudah siap??

Semua pendekar: SIAAAAPP!!

Hanoman: Saya percaya pada kalian, selamat bertugas. Dalam hitungan ketiga, 1.. 2.. 3… Melesaaaaat!!



(Cerpen tengah malam. Mendadak serius gitu isinya dari pertengahan hahahaha. Ntar ah diedit-edit lagi)
Di saat orang lain menceritakan pengalamannya jadi pemilik Startup, atau perusahaan Ojek Online, atau sudah bikin eCommerce teranyar. Sekarang waktunya gw cerita tentang kisah gw, menjadi office lady alias karyawati selama 5 tahun. Hehehehe.. Yah walaupun nampak mediocre, namun.. Kayaknya lebih banyak orang yang seperti gw, yang kerjanya sudah bertahun-tahun di tempat yang sama. 

Dan lucunya jarang ada yang cerita tentang kisahnya jadi karyawan, padahal dari segi kuantitas, populasinya cukup banyak. Kalaupun ada, pas udah pindah kerja. So, gw akan membagikan pengalaman gw yang spektakuler ini. Dijamin kalau Anda baca, hidup Anda akan berubah selamanya. #emangnyabukumotivasi??

Alkisah, tanpa disadari sudah hampir 5 tahun gw kerja di kantor sekarang. Kalau dimisalkan pas gw masuk kerja itu seumur anak kelas 1 SMP, berarti sekarang anak itu udah kelas 2 SMA (eh sekarang masih pakai kelas SMP-SMPan atau udah pakai kelas 8, 9, 10 yaaa?). Kalau anak itu baru masuk kuliah S1, berarti sekarang sudah lulus dan lagi masa-masa cari kerja.. Huoo, berasa udah berumur.

Setelah 5 tahun ini, dengan deskripsi pekerjaan yanggg... Palugada hahaha (apa lu minta, gw ada). Dimana gw sekarang ada di unit kecil yang hampir setiap fungsi ada. Jadi kadang gw suka bantuin orang kantor, misal marketing, di kerjaan, padahal bukan ranah gw. Lumayan, buat nambah-nambah pengalaman lah.

Nah beberapa hasil review pada diri gw selama ini ternyata..

Gw ga jago teknik! (said someone who took undergraduate class in informatics, works in telco industry, and also currently takes telco management for her latest study)

Alhamdulillah, gw kalau dijelasin tentang TCP/IP,  koding-kodingan, atau konfigurasi dkk, selalu ngerti! Ngerti  konsepnya doang, hahahaha.. Dan itu pun kalau ada visualnya (digambarin dengan gambar yang lucu-lucu).. Dan juga kalau diulang-ulang terus.. Sementara, di dunia kerja gw yang dikuasai pria ini, entah napa kalau ngasih singkatan nama sistem suka ga manusiawi, seperti ZXYF, BWQD, HTGQ (ilustrasi doang sih, gw ngasal aja ntu nulisnya), kadang jadinya makin susah gw buat ngerti hahahaha.

But, like I said, kalau kulitnya doang masih ngerti.. Jadi paling nggak, gw coba mengerti secuplik-cuplik tentang segala sesuatu. Jadi gambaran besarnya tetap tahu. Komprehensif lah bahasa kerennya #kibasrambut(orang).

What am I good at is.. Administrasi (haha, sial). Secara gw orangnya rapih, jadi kalau ada yg minta file dari tahun jebot pun, dengan secepat kilat ketemu. Dan bahkan gw suka gatel kl liat folder2 di laptop org lain, yang berantakan banget. Bawaannya pengen gw rapih-rapihin.

Selain itu, kelebihan gw yaitu kepo (aka kepengan tahu). Kepo ini berguna untuk menjadi orang yang berpikiran komprehensif. Dan  membuat gw kalau ada hal yang gak gw ngerti, langsung nanya. Walau japri sih biasanya. Kalau di forum nanyanya, kurang kece aja, hahaha.

Kelebihan yang lain yaitu.. Nulis.. Ini sih bukan hasil review dari dunia kerja, tp dari dunia sekolah saat ini. Soalnya ada dosen yang kayaknya demen banget ma paper tulisan gw, hahaha (geer). Padahal pada intinya, karena gw ga suka kata-kata atau konsep-konsep yang ngejelimet. Kalau gw nulis, gw usahain paling nggak gw ngerti, dan orang lain juga ngerti. Makanya paper bikinan gw juga mudah dimengerti kali ya. Sementara kalau paper pada umumnya, kadang bahasanya tingkat tinggi, sehingga butuh translator gak cuma buat ngartiin dari segi bahasa, tapi juga ngejelasin ulang maksud si penulisnya itu apa dalam bahasa awam. 

Terus apa lagi yaa, bingung sendiri. Itu dulu tentang review diri.

Nah sebenarnya ada pertanyaan yang selalu gw ingat pas sekolah dulu yaitu.. Ilmu pas sekolah dan kuliah kepakai gak pas kerja? Gw jawab dengan jujurrrr.. Banyakan yang enggaaakkk.. Ahahahaahah.

Rumus-rumus kimia seperti:
H2O + C4H4 + Zn (rumus apaan iniii?)

Atau turunan dan diferensial pada matematika (nulisnya aja susah)

Atau rumus untuk menghitung berapa energi yang dibutuhkan untuk menimba ember air dari sumur, dengan katrol yang entah napa ada banyak banget dan ribet banget cara masangnya. (yang pasti sih jawaban pertanyaannya energi yang dibutuhkan sebanyak makanan pagi sampai sebelum terkuras gara-gara capek)
Selama ini belum pernah gw pakai dalam dunia kerja..

Mohon maaf Bapak Ibu Guru Dosen sekalian atas muridmu ini..

Sementara ilmu-ilmu yang gw rasa lebih bermanfaat itu malah seperti Geografi (walau udah ada Google Maps, tapi lumayan berguna kalau masih inget), Sejarah (secara gw emang suka), Bahasa-bahasa (bisa kepakai dikit lah kalau datang ke negaranya), Matematika (yah, + - * / helps  a lot), Komputer (kerja pakai apa cinnn), dan Agama (beuhh).

Tapi gw yakin untuk Fisika, Kimia dan Biologi.. Cukup sudah gw belajarnya dulu. 

*Ini kalau ada anak sekolahan bisa dijadikan modal buat bilang ke emak babehnya kali yaaa ("maahh, aku gak usah belajar lagiii, kata kakak ini gak kepakai lagi pas kerjaaa")

Tapiii.. (adek-adekkk sekalian) Yang sering lupa adalah, bagaimana kalau dulu gw gak belajar ilmu itu sama sekali? Apakah gw akan jadi gw yang sekarang? (Emang gw siapaa??) #tsah. Belajar aja cuman jadi begini, apalagi kalau gak belajar. Dan paling nggak, dengan belajar seabrek itu semua, nalarnya lebih jalan juga. Dan mungkin memudahkan juga jika ganti-ganti haluan atau catch up dengan hal-hal baru.
 
Kalau di gw sih efeknya paling gak, dengan belajar biologi, gw pastinya tahu kalau ada orang yg bilang otak di dengkul itu pasti tukang nipu, hahahaha.

*Eh kenapa gw malah ngelantur bahas pelajaran jaman dulu ya?

Oke kembali ke dunia kerja..

Hal yang susah dari kerjaan itu kadang bukan pekerjaannya, tapi lebih ke attitude ketika bekerja. Misal, di gw, butuh effort yang tinggi kalau mau selalu positif setiap saat, dan untuk tidak mengeluh. Selalu positif, apalagi jika di bawah tekanan itu, memang membutuhkan kebesaran hati yang besar (mengulang kata besar dua kali). Dan kadang gw rasa, kenapa senyum itu ibadah? Karena emang kalau lagi mumet, susah banget senyum (entah deh, itu kasusnya di gw aja atau orang lain juga). Terkadang suka susah ngontrol aja nih muka kalau lagi bete di kantor. Gonna need to learn from the master, Miss Lady Gaga, how to be a poker face.

Selain itu, kerja juga yang ditemuin bukan teman-teman sebaya lagi. Ada yang dari seumuran orang tua sampai yang masih junior-junior. Ada yang kalau mau ngajak ngomong bisa langsung terus terang, ada yang kadang kita harus berputar-putar dulu. Gw sih, selama ini, sayangnya, masih gak jago hahaha, untuk bersikap ala-ala politikus, yang diplomatis gitu. Cenderung straight forward apalagi kalau udah kenal dekat. Gak pintar basa-basi juga.

Tantangan lain kalau udah kerja, kadang gw diberi tanggung jawab yang gak mau gw tanggung, tapi mau gak mau harus bertanggungjawab. Jadi harus siap lah. What doesn't kill you makes you stronger.

Namun, setelah 5 tahun kerja, ternyata ada etika yangg selalu lupa gw lakuin hahahaha. Jadi kalau mau masuk ruangan rapat itu, peserta yang baru datang umumnya salaman dulu ma peserta yang udah datang duluan, sekalian memperkenalkan diri. Dan gw.. Setelah 5 tahun.. Kalau baru datang, walau udah ada yang lain, tetep suka nyelonong masuk, duduk dulu, baru halo sana sini, hahahaha..Taro tas ma laptop dulu yang penting, berat.. Hahahaha.

Dan terkadang ada kebiasaan di kantor yang kebawa keluar kantor. Yang gawat itu kebiasaan jabat tangan di kantor ma bapak-bapak ibu-ibu.. Jadinya kalau ketemu bude atau pakde, suka gak sengaja jabat tangan biasa doang, bukan salim.. Alah minta digaplok.
Anyway, itulah review singkat gw tentang menjadi pekerja (gitu doaannng?). Yang gw rasa, setelah 5 tahun ini, yaa masih banyak yg harus dipelajari. Hopefully, I will be better and better as the time goes by. Ciao!
Akhir-akhir ini, gw punya kebiasaan baru yang gak bagus..

Dipikir-pikir, jangan-jangan sebenarnya kebiasaan ini bukan kebiasaan baru, tapi kebiasaan lama??

Jadi, apakah itu kebiasaannya? Yaitu..

Minum dari gelas orang lain!

Hahahahaha *gak penting ya..

Tapi setelah dipikir-pikir, minggu ini aja udah berkali-kali terjadi:
  • Salah ambil minum temen pas di McD, untung punya gw cola, punya dia Milo. Jadi kerasa bedanya. Tapi tetep terlanjur keminum.
  • Mimum air putih pas seminar, ternyata punya orang di sebelah.. Gw lap-lap gelasnya deh biar gak ketahuan hihihi.
  • Hampir salah ambil minuman teman pas lagi nonton. 
  • Minum dari gelas kakak. Bahkan gak sadar, kalau gak diingetin.
Bahkan setelah diingat-ingat, gw pernah minum air putih dari gelas punya mbak-mbak Belgia yang baru aja kenalan, pas lagi di Phnom Penh.

Setelah diinget-inget lagi, gw juga pernah pas lagi makan bareng orang-orang kantor. Gw pesen juice tomat, trs ada yang pesan juice strawberry. Trs datanglah salah satu juice, warnanya pink. Gw ambil, terus gw minum. Abis itu datang batch selanjutnya, eh ternyata yang datang terakhir adalah juice tomat. Jadi yang gw minum sebenarnya juice strawberry!

Tapi kalau itu kayaknya lidah gw sih yang agak bermasalah, gak bisa bedain strawberry ma tomat. Hahahaha...

Anyway, maaf ya untuk kalian semua yang pernah menjadi korban..  Gw mencoba untuk gak mengulang lagi kok (sambil ngecek lagi minum dari gelas yang benar apa enggak).





Melanjutkan dari tulisan sebelumnya ke Ho Chi Minh, Phnom Penh dan Siem Reap. Kali ini, yang dibahas adalah Bangkok. Mungkin sudah banyak orang yang pergi ke Bangkok dan sudah banyak juga yang bahas yaaa. Namun, berhubung ini sudah jadi bagian dari Asean Trip gw kemarin, tetap dibahas dunk disini:)


Day 6 Night
Setelah naik pesawat dari Siem Reap, gw dan Tongky sampai di Don Mueng Airport. Rombongan juga bertambah 1 orang yaitu Rizka (aka Dora), yang nyusul dari Jakarta ke Bangkok. Nasib orang Jakarta, kami sampai di Bangkok ketika sedang hujan. Jadi perjalanan yang harusnya 50 menit, malah jadi 3 jam. Akhirnya baru sampai hotel jam 8 malam deh.. Bangkok feels like home..

Kami bertiga menginap di D&D Inn di jalan Khaosan Road. Jalanan yang penuh dengan wisatawan dari mancanegara, pusatnya kehidupan di malam hari, karena semakin malam semakin ramai, apalagi pub-pubnya, hehehe. Dipikir-pikir, kayaknya sih dari 1 jalan itu, yang pakai jilbab ya gw ma Dora doang, sisanya bebasss.. Hahahaha.

Kamar di D&D Inn
Nah, kami datang kira-kira 3 hari setelah Bom Blast di Bangkok. Kirain jalan ini bakal kosong, namun ternyata jalan ini, yang notabene daerah turis, tetap penuhhh..

Khaosan Road di malam hari

Beres muter-muter Khaosan Road dan makan, kami pun istirahat untuk menyiapkan stamina perjalanan esok hari.

Day 7
Besoknya kami pergi jalan-jalan ke obyek-obyek wisata di dekat Khaosan Road. Seperti biasa, kita lihat petanya dulu.
Peta Jalur Boat di Chao Phraya

Khaosan Road itu kawasan yang dekat ke Chao Phraya River dan objek wisata seperti Royal Grand Palace dan Temple-Temple (Wat Pho dan Wat Arun). Untuk Royal Grand Palace dan Wat Pho bersampingan dan dekat dengan kanal nomor 8 (Tha Tien), sedangkan Wat Arun ada di seberang Wat Pho, tapi tinggal naik perahu kecil dari Tha Tien.

Khaosan sendiri lebih dekat dengan kanal nomor 13 Phra Arthit. Namun, berhubung masih segar, kami memutuskan untuk jalan kaki saja ke Grand Palace, karena cuma 20 menit perjalanan saja dengan jalan kaki.

Namun, pas jalan kesana, hampir saja kami kena scam. Jadi pas di lampu merah dekat taman menuju Royal Grand Palace, mendadak Bapak [1] yang nyebrang bareng kita bilang "Kalau ke Grand Palace ke arah sana saja", nunjuk ke kiri.. Kami ikutilah petunjuk bapak itu.

Setelah jalan 100 meter, tiba-tiba ada Bapak [2] ngehampirin (padahal kami gak ada niat nanya), lalu bilang gini "Grand Palace jam segini belum buka. Itu di depan ada kuil khas Thailand masuk situ saja", terus Bapak [2] pergi. Pas kami intip ke dalam kuil, ada Bapak-bapak duduk di tangga pintu masuk, tapi berhubung sudah tahu bahwa bukan tempat itu tujuannya, kami pun pergi.

Tetapi Bapak-bapak dalam kuil itu ngejar keluar, sebut saja Bapak [3], dia menyapa terus menjelaskan panjang lebar, tentang adanya floating market yang ada di seberang Grand Palace, harus naik perahu kesitu. Dia bilang, naik aja dari Rachini Pier (nama pangkalan perahu), nanti dapat harga diskon. Berhubung masih pagi, jadi gw ma yang lain belum terlalu mudeng, nurut aja pas Bapak [3] nyegatin Tuk Tuk driver buat kita.

Kami diturunkan di kanal nomor 7 Rachini. Udah tempatnya sepi, cuma ada 1 perahu kecil kosong (kecil bukan yang rada besar), kami juga diminta bayar 600 Baht per orang pula (1 Baht = Rp 400,- jadi kira-kira 240 ribu) untuk biaya naik perahu 1 jam sepuasnya muter-muter di daerah Chao Phraya. Padahal siapa yang mintaaa?

Langsung deh kami sadar, pasti ini lagi mau ditipu. Semua bapak-bapak baik tadi, mengarahkan kami ke kanal ini, terus ntah dibawa kemana. Kami langsung kabur secepatnya, dan naik Tuk Tuk lain ke Royal Grand Palace. Fyuhh, hampir ketipu..

Nah, di Royal Grand Palace, sebelum masuk ada pengumuman, tipe pakaian yang diperkenankan masuk istana ini.

 
Tipe pakaian yang boleh untuk masuk Grand Palace

Pas pertama kali gw ke Bangkok 2 tahun lalu, gw pakai baju kayak foto di bawah. Pas gw mau masuk waktu itu, ada petugas yang bertugas screening pakaia. Ketika si petugas ini lihat outfit gw, eh dia ngelarang gw masuk dan gw harus keluar dari barisan. Tetapi, kalau mau beli kain, tokonya jauh di pintu luar. Jadinya gw masuk lagi, tapi di jalur yang petugasnya beda sambil sembunyi-sembunyi nutupin diri di belakang teman yang badannya besar. So, gak kelihatan ma petugasnya dan bisa masukkkk dehhhh. Horeee.. (Jangan ditiru yaa).
Pakaian gak lulus sensor. Kenapa bisaa? Yakk, gara-gara pakai leggingggg..
(Ya maap bawa bajunya dikit doang, persediaan celana terbatas waktu itu hehehehe)

Belajar dari pengalaman, gw memakai baju yang lebih sopan kali ini.
 
Celana longgar tuhhh kagak ketat lagiii, jogger pants rockkkkk!! 
(Btw itu pose mas-mas di samping gw kok yahud banget yak, ala-ala pemeran utama film yang lagi munggungin kamera)

Nah ini pose narsis bertiga di Royal Grand Palace..
Wefie dari bawah, mumpung latarnya oke
 
Dari Grand Palace, kami pergi ke Wat Pho, yang terkenal dengan Budha tidurnya.

Sleeping Budha
Banyak juga candi-candi di kompleks Wat Pho

Kalau gw udah pernah ke Grand Palace dan Wat Pho, terus kenapa datang lagi kesana? Soalnya, pas kunjungan pertama gw kesana, belum sempat ke Wat Arun, gara-gara ngejar pesawat. Tapiii, pas kemarin kesana ternyata..
Wat Arunnya lagi renovasi :((

Ya sudahlah, memang gak jodoh kali ya ma Wat Arun ini.. #lelahmencoba #cukupsudah #jodohpastibertemu (lagu Afgan napa tiba-tiba muncul?).

Dari Wat Arun, kami naik boat (ke kanal 8 lagi), lalu naik lagi ke... Hmm gw lupa.. Ya pokoknya kanal lain, hahaha. Untuk pergi ke Vimanmek Mansion. Istana tempat tinggal Raja Bangkok. Jadi kalau berdasarkan data Gmaps, paling cuma 20 menit, ternyataaa takes longer than that hahahaha.

Sayangnya di Vimanmek Mansion ini tidak boleh mengambil foto. Tapi yang pasti, we love this mansion. Gak kayak istana di eropa gitu, jadi kecil tapi panjang dan penuh furnitur. Kalau ada yang pernah nonton dorama Princess Hours dari Korea, yaaa ala-ala gitu deh istananya. Coba kalau gw orang Thailand, gw bikin jadi latar cerita di film Princess Hours ala Thailand deh..

Dari Vimanmek Mansion, kami pergi ke MBK pakai kopaja setempat (berasa orang lokal kannn).
Penampakan dalam Bus di Bangkok
Bus di Bangkok, walau dari luar keliatan udah jelek, tetapi ternyata ber-AC dan kalau mau turun juga tinggal pencet tombol "Stop" dan supir bus akan berhenti di halte terdekat. Gak kayak di Jakarta kann, harus ngetok-ngetok atau neriakin kenek buat turun.

MBK adalah salah satu mall di Bangkok, seperti Plaza Semanggi kalau di Jakarta. Lengkap dengan mushola dan tempat makan halal, dan lantai khusus untuk souvenir ala Bangok, membuat mall ini menjadi tempat yang wajib dikunjungi bagi yang ingin belanja tapi gak pake susah, hehehe.

Dari MBK, kami pulang ke hotel dan tidur..

Day 8
Hari terakhir, kami naik kapal ke Central, lalu naik BTS ke Chatuchak. Pasar yang terkenal dengan kemurahannya, namun hanya buka di Jumat malam dan weekend. Berhubung pesawat gw jam 5, jadi gak bisa lama-lama disini. Padahal belanjanya belum puas.

Chatuchak Market kalau lagi hujan

Balik dari Chatuchak, ke hotel dulu. Lalu pesen travel untuk ke bandara. Sempet dimarahin mas-mas travel, mau naik travel jam 2 kok baru pesen jam setengah 2. Lucky for me, masih ada kursi kosong, jadi bisa berangkat jam 2 teng! Let's go homeeeee...

Kira-kira begitulah perjalanan ke Vienam, Kamboja, dan Thailand. Lelah tapi puas..

Di Bangkok, sebenarnya masih banyak banget objek lain yang bisa dikunjungi, misal:
  • Madame Tussaud
Foto Bareng Bung Karno (menurut gw sih gak mirip.. Alisnya Bung Karno kayaknya lebih tebel deh. Dan kharismanya juga gak dapet, tapi ya sudahlah. Udah untung ada patung Bung Karno)

Foto ma Nickhun 2PM (Pas kunjungan pertama, dan 2PM masih jaya-jayanya)
  • Asiatyque
Asiatyque ini outdoor mall di pinggir sungai (gak mall juga sih, bener-bener outdoor semua). Bagus buat kongkow kalau malam hari, banyak tempat makan dan kios-kios lucu ala-ala distro gitu.
Depan Bianglala di Asiatyque

Tempat foto wajib di Asiatyque
  • Chao Phraya Princess Cruise
  • Jim Thompson House
 So, let's travel and eat a lot! Hehehehe..

Melanjutkan dari perjalanan sebelumnya di Ho Chi Minh dan Phnom Penh kali ini gw akan membahas perjalanan di Siem Reap, kota terdekat dengan Angkor Wat.

Day 4 Night
Di Siem Reap kami menginap di daerah backpack yaitu di White Villa Boutique, Jalan Sok San Street.
 White Villa Boutique

Hotelnya semalam cuma Rp 200.000,- lho berdua, tapi bagus gitu isinya (tau gitu cari yang lebih murah hehehe). Kami pesan Tuk Tuk driver dulu ke hotelnya untuk perjalanan besok. Lalu cari makan di Angkor Night Market.

Day 5
Esoknya, akhirnya datang juga hari dimana kami akan pergi ke Angkor Wat. Jam 04.30, kami sudah siap di resepsionis hotel buat nanyain Tuk Tuk driver pesanan, tapi ternyata hotelnya lupa mesenin :((

Setelah berantem dulu dengan pegawai Hotel (hahahaha), akhirnya kami naik tuk tuk yang lewat depan hotel dan pergi ke Angkor Wat. Lucky for the Tuk Tuk Driver tentunya, mungkin ada benarnya pepatah "Bangun pagi biar rejeki tidak dipatok ayam". Soalnya si Tuk Tuk Driver ini, bangun pagi-pagi, ketemu kami, terus jadi langganan kami selama di Siem Reap. Namanya Knak, dengan alamat email di: hi_knak@yahoo.com.

Nah, sebelum pamer foto-foto selama di Angkor Wat (hehehehe), sebelumnya kita lihat dulu peta dari kompleks per-temple-an ini. Angkor Wat itu hanya salah satu temple dari kompleks percandian di daerah situ. Alkisah, setiap raja Kamboja yang berkuasa, biasanya mereka membuat candinya sendiri-sendiri. Misal Angkor Wat merupakan Candi Hindu yang dibangun pada masa pemerintahan Raja Suryawarman II pada pertengahan abad 12.


 Biar deh agak oversized dan nabrak kanan dikit.. Yang penting jelas


Jadi urutan kunjungan ke kompleks candi-canti itu sebagai berikut:
1. Angkor Wat
2. Angkor Thom
3. Bayon.
4. Chau Say Tevoda
5. Thommanon
6. Ta Phrom
7. Banteay Kdei

Nah ini, dia penampakan tiap tempat:
1. Angkor Wat
Dari pagi, orang-orang sudah berkumpul di danau depan Angkor Wat, untuk melihat keindahan matahari terbit disana. Setelah menunggu, akhirnya muncul juga mataharinya.
Sunrise di Angkor Wat


Numpang narsis

Puas lihat sunrise, kami beranjak ke kompleks dari Angkor Wat sendiri. Nuansanya lebih mirip dengan Prambanan daripada Borobudur.
Jalan masuk kompleks Angkor Wat

Di dalam Angkor Wat


2.  Angkor Thom


3. Bayon
Depan Bayon

Dalam Bayon (dengan pose gak jelas)


4. Chau Say Tevoda

 Chau Say Tevoda
5. Thommanon
Thommanon



6. Ta Phrom

 Candi Tomb Raider

7. Banteay Kdei
Gak foto-foto, sudah terlalu lelah hahahaha..

Beres muter-muter candi, kami cari makan di dekat Hotel. Dan gak lupa mencoba makanan khas dari Kamboja yaitu Amok.
Amok

Rasanya sihhh seperti Gulai Ikan pakai santan yaaa.. Enak, tetapi gak segitunya sih menurut kami. Lalu, gw dan teman gw coba makanan Kamboja yang lain yaitu Lok Lak. And it's taste deliciousssssss... (Kelamaan gak makan daging sih lebih tepatnya, jadinya dikasih daging langsung senang).

Lok Lak

Habis makan, kami ke Hotel dulu untuk istirahat, dannn malamnya ke Angkor Night Market. Shopping timeeee! Dan di Angkor Night Market ini barangnya lucu-lucu dan bagus-bagus. Harganya walau dalam dollar, tapi murah-murah. Ah coba dollar lagi murah, jauh lebih murah lagi deh. Pasarnya outdoor tapi berupa kumpulan kios begitu.. Bikin betah deh pokoknya..

Night Life in Siem Rieap

Day 6
Hari terakhir di Siem Reap, kami pergi ke War Museum. Dan datangnya ternyata kepagian hahaha, jam 8 udah di Museum tapi guidenya belum ada. Muter-muter bentar dan akhirnya guidenya datang sekitar jam 9.

Oleh Mas Guide kami diceritakan sejarah peperangan melawan rezim Pol Pot. Ternyata Pol Pot itu bukan nama aslinya dan kepanjangan dari Politic Potentiale.  Dia merupakan generasi awal Kamboja yang dikirim untuk sekolah di Eropa. Pol Pot dikirim ke Perancis dan disana dia tertarik dengan konsep Komunisme.

Singkat cerita, ketika kembali ke Kamboja, sedikit demi sedikit dia memiliki kekuasaan. Dan pada tahun 1975, mengambil alih Kamboja. Namun, hal pertama yang dia lakukan adalah mengosongkan Phnom Penh, menangkap warga-warga yang berpendidikan atau memiliki level pekerjaan menengah ke atas, seperti Guru, Militer, Dokter, dsb.

Lalu, rakyat pun dipaksa untuk melakukan bertanam, dengan hasil tanam dikumpulkan ke Pemerintah dan diekspor ke Luar Negeri. Sistem pemerintahan yang kejam ini berhasil menewaskan 3 juta dari 8 juta rakyat Kamboja dalam 3 tahun.

Setelah 3 tahun itu, Pol Pot menyingkir ke perbatasan dengan Thailand, berperang dengan oposisinya. Peralatan perang inilah yang masih tersimpan di War Museum Siem Reap. Dan hampir semuanya asli.

Isi Granat (ternyata banyak pelurunya)


Tank yang beneran dipakai pada masa perang


Human real bones inside the tank


Nyoba nembak-nembak

Ranjau Darat, masih banyak yang tersisa dan menghantui keselamat rakyat Kamboja


Pada tahun 1998, Pol Pot wafat, perlawanan dari Khmer Merah pun berakhir. Walaupun banyak pasukan Khmer Merah masih hidup, namun mereka diterima kembali oleh Rakyat Kamboja. Karena balas dendam tidak akan menyelesaikan masalah. Jujur, malah perjalanan paling seru ya di War Museum ini, mendengarkan kisah peperangan itu, bikin pilu.
 
Dari War Museum, kami pergi ke Royal Palace (tapi kecil istananya dan hanya foto di depan) dan Killing Fields. Beres muter-muter, kami pergi ke Bandara dan pergi ke Bangkok dengan AirAsia lagi.

Catatan tentang Siem Reap: Kalau lebih lama di Siem Reap, ada beberapa tempat yang masih ingin kami kunjungi, antara lain:
  • Banteay Srei  
  • Kbal Spean
  • Floating Market  
Maybe for the next trip :). Dari Siem Reap, kami naik AirAsia lagi untuk pergi ke Bangkok. Baca kisah perjalanannya disini.