Solo Trip ke Eropa (Part 1): Preambule

by - January 26, 2017


Good day, good people.

Sudah lama gak mengisi blog.. Rasanya perlu diupdate nih..

Jadi… Apa yang terbaru dari kehidupan gw akhir-akhir ini?

Well, banyak banget yang bisa disyukuri, tapi hal yang gw syukuri dan akan gw bahas di tulisan ini adalah kisah perjalanan gw keliling Eropa tahun lalu, sendirian, hehe.

Perjalanannya sendiri dari akhir September sampai dengan pertengahan Oktober 2016 serta mengelilingi 7 negara di Eropa (Belanda, Jerman, Ceko, Hongaria, Austria, Prancis, dan Belgia) dan 1 negara Asia (Turki) *eh bentar Turki termasuk benua Asia kan ya?

Jujur, untuk perjalanan tersebut, di tahun lalu, dimana kondisi Eropa yang penuh dengan imigran, lalu banyak peristiwa menyedihkan dan menyeramkan, seperti Bastille Day Attack, Nice Attack, dan di Turki juga sempat terjadi kudeta, sempat membuat gw (dan emak (dan keluarga (dan orang-orang kantor))) was-was sebelum berangkat.

Sebagai seorang muslimah, dan memakai kerudung, jalan-jalan sendiri ke Eropa, pada saat kondisinya seperti itu… Seperti cari masalah aja.

Gimana kalau pada rasis? Nyasar dan tidak ada yang menolong? Atau terjadi sesuatu? Belum lagi katanya banyak copet di Eropa sana.

Bermodalkan doa, Google Maps, itinerary yang terancang dengan baik, dan bantuan dari seluruh pihak yang sudah membantu selama perjalanan, akhirnya trip ini berjalan lancar dan selamat sentosa :)

Malah yang gw temui, orang-orang disana biasa-biasa aja melihat kehadiran gw. Tapi emang sih, kadang suka dilihatin gara-gara:
  1. Heboh bawa koper plus ransel kemana-mana sendirian
  2. Kelihatan cengok gak jelas mau jalan kemana sambil sibuk lihat hape mencari petunjuk
  3. Cover koper yang dibawa motifnya lucu (beneran ini dilihatin banyak orang)
  4. Sempet dijudesin, tapi ternyata gara-gara seenaknya duduk samping ibu-ibu, dan ternyata itu tempat duduknya untuk 1 orang (maap ya bu, tapi gak usah sejudes itu juga dunkk)
  5. Sibuk foto-foto dengan tongsis di berbagai tempat (yang ini bahkan bikin orang sana dari kakek-kakek, nenek-nenek, ibu-ibu, bapak-bapak, anak-anak pada nyengir ngeliatin gw. Heboh amat soale!)
Jadi, solo trip ke Eropa gimana rasanya? Asik-asik aja dunk, hehehe. Ada sih kadang rasa bete, kesepian, takut, bosan, atau bokek (hehe). Tapi ya setiap rasa menjadi bagian dari cerita (#tsah #menghiburdiri). 

Yang pasti emang kadang jadi lebih nekat, dalam hal berani ngobrol dengan orang-orang yang baru ditemui. Cari jalan sendiri. Cari makan sendiri. Tetapi, the pleasure of solo trip yaitu bisa sesuka hati mau kemanapun pergi.

Anyway, mungkin ada yang penasaran, gimana ceritanya bisa tiba-tiba jalan-jalan sendiri begitu? (Kalau gak penasaran, bagian berikut bisa dilewat)

Dari dulu gw emang ingin pergi ke Eropa. Sebagai benua yang penuh kisah dan sejarah, setiap blok jalanannya mengandung cerita (hayah). Tapi kesempatan untuk pergi kesana tak kunjung muncul. Mau sambil S2, udah ambil dalam negeri. Mau kesana numpang training dari kantor, gak dikirim-kirim. Mau dapat undian menang hadiah, tapi gak pernah ikutan lomba. Jadi ya udah deh, keinginan itu terkubur.

Lalu di Mei 2016, gw ketemu sama saudara gw. Dia cerita kalau tahun sebelumnya dia pergi ke Eropa buat pameran, terus extend seminggu jalan-jalan sendiri. Dan ternyata aman-aman saja. (saudara gw ini cewek juga).

Akhirnya iseng gw cek, tiket pesawat ke Amsterdam. Ternyata harga PP di bawah 10 jutaan. Setelah berdebat dengan diri sendiri, melakukan analisis tiket, akhirnya dibeli deh tiketnya.

Dari situ dimulailah segala suka duka mempersiapkan trip ini. Ini pertama kalinya juga gw pergi ke negeri lain sendirian banget dan harus mengurus visa, penginapan, rute, transportasi antara negara sendiri. Biasanya kalau tidak bersama keluarga, perginya bareng teman. Jadinya bisa bagi-bagi ngurus ini-itu.

Soo.. Gw akan berbagi segala cerita di baliknya, dan akan gw bagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan itinerary gw pas jalan-jalan disana yaitu:
  1. Prepare Your Own Trip
  2. Membuat Visa Schengen
  3. Amsterdam dan Den Haag
  4. Berlin
  5. Praha
  6. Budapest
  7. Salzburg dan Stuttgart
  8. Paris
  9. Brussel
  10. Istambul
  11. Epilogue
  12. To bring list
Banyak yaaa :) Tapi, semoga postingan ini bisa bermanfaat dan menginspirasi bagi yang membaca. Enjoy your journey. And.. Cheers!

You May Also Like

2 comments

  1. Akhirnya blognya ada isinya lagi, kisah cinta gak diupdate? *uhuk

    ReplyDelete
  2. Tunggu yang Istanbul aje ah..hahhaha
    Nampaknya romantis ahiy

    ReplyDelete